Jangan Lupa Bahagia

jastin

Written by thehunlulu ©2017

A SPECIAL FIC FOR JUSTIN HUANG

Seseorang akan menjadi berharga kala ia tak lagi bersua pandang dengan dirimu; yang kini tengah menyesal. —prompt by ninegust

::::

[1]

Mendung tengah mendominasi pekarangan rumah, ketika dengan gontainya kulangkahkan kaki menuju pagar dan mulai membuka gembok; berteriak nyaring pada ibu bahwa aku hendak meninggalkan rumah lebih awal. Awalnya ibu hanya menjawab ‘Ya, hati-hati di jalan!’, namun ia buru-buru bertandang ke teras dan memanggilku yang mulai melangkah pergi.

“Tunggu dulu!”

Aku menoleh, kembali berlari kecil dan mendapati ibu—dengan kunciran tak beraturannya—berdiri sambil memegang sebuah kotak makan berwarna biru tua. Ia menuruni anak tangga dengan hati-hati kemudian menyerahkan kotak makan tersebut padaku. “Ibu sengaja membuat sup asparagus agak banyak hari ini. Kau bisa memberikannya pada Justin, oke?”

Sebuah senyum terkembang pada parasku, lantas menggapai kotak makan yang terasa hangat untuk kuberikan pada Justin.

Ah, ibu ada-ada saja, aku kan hanya ingin menghabiskan waktu untuk melepas rindu dengan Justin, bukan malah menyogoknya untuk tinggal di sini lebih lama, gumamku dalam hati.

Uh, oh—siapa suruh airmataku meluncur tanpa permisi?


[2]

Aku mengayunkan kakiku resah. Ini sudah lewat dari setengah jam, tapi presensi pemuda bersurai pirang itu tak kunjung tertangkap netraku. Sup asparagus buatan ibu mulai mendingin, dan aku lantas meletakkannya di atas ayunan yang tengah berayun samar di sampingku.

Haruskah aku pulang saja?

Namun sedetik kemudian, segera kutampik keegoisanku. Awan pekat masih setia bergulung di atas cakrawala, tanda hendak menumpahkan rintik-rintik hujan. Aku hanya perlu sedikit waktu, mengasah kesabaran mengingat aku seringkali membuatnya kecewa.

Justin, di mana kau sekarang?

“Selamat pagi.”

Kutegakkan kepala, alisku berjingkat kemudian. “Oh? Justin!”

Ranum yang senantiasa menebar senyum kebahagiaan, sekarang telah sirna dari wajah Justin.


[3]

“Kalau begitu jangan pergi.”

“Tidak bisa.”

“Kau masih bisa mencoba lagi, jadi jangan menyerah begitu saja. Aku janji akan membantumu di saat yang sulit sekalipun.”

Airmata Justin seakan tak ada habisnya. Ia hanya terisak—pada awalnya—namun dengan hitungan detik, ia menangis kemudian. Aku paham betul bagaimana perasaannya sekarang. Ia hanyalah anak lima belas tahun yang berkeinginan untuk mewujudkan mimpinya menjadi seorang idol, namun harapan itu seakan jatuh begitu saja ketika dia bukanlah salah satu pemuda beruntung yang berhasil bertahan dengan teman-temannya yang lain.

Aku menariknya ke dalam sebuah dekapan hangat, membiarkan Justin menumpahkan seluruh sesak yang bersarang di hatinya; penyesalan. Bersamaan dengan itu, rinai hujan mulai mengguyur bumi, sangat deras.

“Kau sudah melakukan yang terbaik, Justin,” ucapku sambil menatap matanya yang sembap. “Jangan pernah menyesali keputusanmu untuk menjadi idol. Tidak bersanding dengan teman-temanmu yang lain bukan berarti kau gagal, percayalah.”

Aku tidak menyangka, bahkan sampai detik ini, pemuda pembawa keceriaan di hadapanku ini akan menangis sampai memutarbalikkan presepsiku bahwa dia adalah pemuda yang kuat.

“Ayo kita melangkah bersama-sama. Aku siap memberimu pundak kapanpun kau mau, aku juga siap membantumu asalkan kau jangan menyerah seperti ini.”

Tangisannya semakin pecah, namun teredam oleh guyuran hujan yang seakan menjadi peluruh kesedihan yang bersarang di hatinya.


[4]

Halo, ini Justin.

Untukmu yang selalu menjadi penyemangatku, aku benar-benar mengucapkan terima kasih karena Tuhan mengirimkanku seorang sahabat yang tak pernah lelah untuk mendengarkan segala keluh-kesahku. Aku sangat bersyukur bisa mengenalmu dan tertawa bersama ketika aku menceritakan banyak hal konyol;  melakukan kesalahan saat audisi, tersandung di atas panggung, atau porsi makanku yang dikurangi—yang awalnya lima kali sehari menjadi tiga kali sehari.

Lucu sekali, bukan, ternyata kebahagiaan kita hanya berselang beberapa bulan saja.

Kalau tidak keberatan, izinkan aku berpamitan denganmu, ya?

Aku harus pergi, maaf. Bukan bermaksud untuk menyia-nyiakan momen yang telah kita lalui bersama, bukan seperti itu. Aku juga tidak ingin mengecewakanmu dengan kalimat ‘aku menyerah untuk mengejar mimpiku lagi’. Aku berharap kau tidak tersinggung, karena usaha kerasmu jugalah yang membuatku bertahan sampai detik ini. Uh, aku sampai menangis saat menulis surat ini.

Percayalah, aku tidak akan pernah menyesali keputusan yang kubuat ini. Kau juga, ya? Aku berjanji akan menjadi bintang yang paling bersinar di antara bintang yang lainnya. 

Terima kasih atas semua dukungan yang telah kauberi sehingga orang-orang mengenalku sebagai sosok Justin Huang yang selalu kuat menghadapi apapun.

Pssst, jangan pernah membeberkan rahasia kalau aku pernah benar-benar menangis di hadapanmu, ya?

Hei! Bacanya jangan sambil menangis, dong.

Warm regards,

Justin Huang


[5]

Hari itu adalah pertemuan terakhirku dengan Justin.

Ia mengenakan sweater berwarna coklat muda, menebar senyum sambil menggeret kopernya di tengah bandara. Hanya sesingkat itu, sampai ia benar-benar pergi, aku tidak tahan lagi untuk tidak menyembunyikan tangisanku.

Kami saling melambaikan tangan satu sama lain, berlagak tidak terjadi apa-apa; seakan lupa akan isi hati yang berulang kali membentak agar kami dapat bersama untuk waktu yang lebih lama.

Hei Justin, jangan pernah membuat orang tuamu menangis, ya?

Cukup aku saja, seorang gadis yang merasakan manis-pahitnya perjuanganmu.

“Selamat tinggal, Justin. Jangan lupa bahagia.”

.

.

Seseorang akan menjadi berharga kala ia tak lagi bersua pandang dengan dirimu; yang kini tengah menyesal

— fin —


  • Hai, Justin. Aku enggak tau harus ngomong apa. Tapi intinya, jangan patah semangat ya dek, jalanmu masih panjang. Enggak bersanding bareng trainee yang lain bukan berarti gagal kok, justru kamu lebih bisa leluasa buat meraih impianmu ^^
  • KAMU ABIS INI HARUS DEBUT LOH YA! HARUS!!!
  • Makasih wes bikin aku nyesek huhuhuhu TT^TT mana senyummu mengalihkan duniaku banget itu yang ada di header /.\ sumpah manis kaya kolak wkwkwkw.
  • Udah ah, nggak boleh nangis soalnya lagi puasa. ((tapi akhirnya nangis juga))
  • Oh yaaa, makasih Tia a.k.a ninegust buat promptnya wkwkwk iya aku tau ini enggak nyambung banget. ew. maapkan aku yeorobun. JINJJA YEOROBUN!!!
  • Bonus piku Justin nih kalo ada yang udah kangen hihihi :

Salam hangat,

thehunlulu♥

Advertisements

14 thoughts on “Jangan Lupa Bahagia

  1. Apa cuma aku yg keinget lagunya armada (eh bener kan yg asal kau bahagia itu?) pas liat judulnya? /pulang

    Sumpah donjah… Bahkan eye contact dia yang pakai acara maenan lidah itu aku masih kebayang… Dia tampil shinee-replay aku msh kebayang… Tau2 kemarin malam dia dielim… Agak ga rela rasanya adekku ini pulang…

    Hei hwang justin! Jangan putus asa.. Masih banyak jalan sebagai idol.. Pokoknya kamu kudu terusin pekerjaan kamu utk tampil di panggung dan buat hati para noona meleleh lagi sama kamu ya….

    Aaaaaa ini ficnya baperin banget… Beneran…

    Udah.. Gatau mw ngomong apa lagi. Salam jinjja yerobun.

    Liked by 1 person

    1. ini agak mengandung kearifan lokal ya kak sampe keinget armada wkwkwk xD
      daaann bener banget!! eyecontact nya dia aja masih kebayang, lucunya nuna neomu yeppeo, terus dancenya dia di shape of you juga aaaarghhhhh berhenti maini hatiku dek :’)

      pokoknya supoort terus dia ya kak huhuhu adekku TT^TT

      makasi suda mampir kakcee! salam jinjja yerobun mwahh ❤

      Like

  2. Haduhh adek2……. Jebbal Justin masih di yuehua, ndak pergi ke alam lain /dihajar
    Santai santai, tahun depan yuehua bakal kerjasama lagi kok sama Starship buat debutin boyband huhuhu

    Liked by 1 person

    1. SUMPAH HEUUUUU YOU FEEL ME!! :’)
      Rasanya kaya minggat beneran, padahal yo kitane masih bisa nemu dia di koriyah sana, masih jadi trainee, masih bisa debut…………. DIA MINGGAT DARI HATIKU ALLLLL💔💔💔💔

      Huhuhu makasih wes mampir yaa 😊😊

      Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s