Alasan Sederhana

c_jkz89xoaaogwe

Written by thehunlulu ©2017

Starring by [Produce 101 CUBE Trainee] Lai Guanlin & You Genre Friendship, Fluff, School-Life Length Ficlet Rating Teen

Toh hati ini juga tidak merasa dipaksa untuk menyukai pemuda seperti Lai Guanlin.

***

Tidak pernah kusadari bahwa ketertarikanku pada Lai Guanlin dapat berbuah manis—semanis cherry di musim semi. Kami berteman baik, tentu saja karena kami adalah satu-satunya siswa yang berada di satu angkatan yang sama dalam sebuah organisasi. Yang lain, seperti divisi humas dan sebagainya, itu semua didominasi oleh senior kelas dua maupun kelas tiga.

Siapa sangka, ketertarikanku yang berawal dari rasa benci bisa merambat beberapa level seperti saat ini. Saat aku duduk di tepi lapangan untuk menunggunya menyelesaikan latihan basket, lantas beringsut menuju aula untuk menghadiri rapat tahunan.

Ya, sesederhana itu. Wajahnya yang selalu tak acuh membuatku enggan menaruh atensi padanya. Guanlin itu dingin, cuek, juga pelit senyum. Jika kau bertukar konversasi dengannya, kujamin amarah akan selalu naik hingga ke ujung ubun-ubun lantaran poker face yang selalu melekat pada parasnya.

Tapi itu dulu. Sekarang, semakin aku membenci Guanlin, secara tidak sadar aku juga ikut-ikutan memikirkan bagaimana cara agar sosok tersebut meraibkan diri dari pikiranku. Menendangnya jauh-jauh? Tentu saja tingkat keberhasilannya nol besar, karena Guanlin akan terlihat semakin mempesona jika aku memaksa diriku sendiri untuk melupakan sosoknya.

Toh hati ini juga tidak merasa dipaksa untuk menyukai pemuda seperti Lai Guanlin.

“DIONNA AWAS!”

Sejemang menangkap botol air mineral yang dilempar Guanlin dari tengah lapangan, tubuhku lantas meringkuk  saat sebuah bola basket melesat cepat ke arahku.

BUGH!

Oh, nyeri sekali rasanya.

“Kau tidak apa-apa?!”

Vokal baritonnya mengudara dengan agak panik. Guanlin yang berniat untuk melakukan lay-up lantas urung dan langsung menghambur ke arahku. Bersamaan dengan itu, sebuah bola basket menggelinding di bawahnya.

“Tidak apa-apa kok, hanya agak … sakit,” ucapku selagi mengelus tengkukku pelan.

“HOI! SIAPA YANG BARU SAJA MELEMPARKAN BOLA INI?!”

Seisi lapangan indoor menggema lantaran teriakan Guanlin mengudara setelah ia memungut dan menempatkan bola berwarna abu-abu tersebut di atas telapak tangannya.

Oh? Jadi itu tadi bukan bola milik Guanlin?

Sepersekian sekon berlalu, seluruh penjuru lapangan tampak menaruh atensi pada kami berdua. Jemari Guanlin lantas terulur guna mengusap tengkukku, disusul sekelompok laki-laki yang menyahut dari ujung lapangan.

“Kembalikan bola milikku, kawan!”

DUK!

Tanpa ocehan pun teriakan anarkis, dengan cekatan Guanlin memantulkan bola tersebut menggunakan sekali hentakan. “Lemparkan bola itu sekali lagi!”

Masih dengan jantung yang kian berpacu tak terkendali, pemuda berlesung pipi itu lantas mendudukkan bokongnya di sampingku, sementara jemarinya senantiasa memijat  tengkukku yang mulai memerah.

“Kau yakin tidak apa-apa? Mau kuantarkan ke UKS atau—“

“Tidak usah. Lagi pula sakitnya sudah mulai hilang kok.”

Aku yakin seratus satu persen jika pipiku bersemburat merah seperti disengat ratu lebah. Tak dapat dipungkiri bahwa tatapan Guanlin menyiratkan segala bentuk kekhawatiran, lantaran ia tak henti-hentinya memandangi wajahku—oke—yang mulai memanas.

“Hei! Ayo lemparkan bolamu sekali lagi!” Tanpa tedeng aling-aling, pekikan Guanlin mengudara kembali, ia memicing tajam kawanan murid berkostum merah hati yang masih bengong karena menilik polahnya. Ia menunjuk tengkuknya kemudian. “Kemari, lemparkan bola itu kemari.”

“Guanlin!”

DUAKH!

Tepat sekali. Bola itu berhasil menghempas tubuh Guanlin setelah memantul dari tiang ring basket.

“Akh ….”

“Guanlin! Hei!”

Mataku terbelalak, secepat kilat kulesatkan tungkaiku untuk turun dari bangku penonton guna menghampiri Guanlin yang tengah meringkuk di tengah lapangan sambil memegangi tengkuknya.

Oh sial, hal bodoh apa lagi yang ia lakukan sekarang?!

“Bodoh! Apa yang baru saja kalian lakukan?!” tudingku ke arah oknum tak berperasaan yang baru saja melempar Guanlin menggunakan bolanya.

Guanlin, masih dengan rintihan samar yang menguar dari katup bibirnya, ia memilih untuk duduk walaupun nyeri akibat hantaman pada tengkuknya masih terasa. Ia mencekal pergelangan tanganku, lantas berbisik dengan vokal yang mampu membuatku terkesiap detik itu juga.

“Kalau kau sakit, aku juga harus sakit. Dengan begitu kita bisa bolos rapat bersama-sama, kan?”

.

.

Oh Tuhan, simpanlah pemuda di hadapanku ini untuk menjadi pendamping hidupku kelak.

-fin.


  • Saya tau ini receh banget huhuhuhuuu bikinnya sambil ngantuk2, tapi pesona Guanlin yang terlampau bertubi-tubi ini membuat saya ingin segera merealisasikan fic ini huhu :”)
  • Maafkan atas segala ketidakselarasan bahasa, ataupun alurnya yang maksa, saya lagi mode males ngebeta soalnya /dipasung/
  • Yah, intinya, mari doakan Guanlin dan Seonho ya gaes agar piyik-piyik CUBE itu bisa debut bareng OT11 ya hehe (karena intl fans gabisa nge-vote, jadi mari kita mengheningkan cipta).
  • Buat Difanti, aku udah memenuhi janji dong♥ Jangan kapok ya ngebias Guanlin :3
  • Yang terakhir, mind to review, dear? 😉
Advertisements

9 thoughts on “Alasan Sederhana

    1. MAAF YA TAPI KOK RADA KZL YA.

      “Kalau kau sakit, aku juga harus sakit. Dengan begitu kita bisa bolos rapat bersama-sama, kan?”

      MAAF ANAK ANAK DIBAWAH UMUR 13 TAHUNAN DILARANG BACA FIC INI KARENA MENGANDUNG UNSUR PERSUASIF YANG SIFATNYA MENGAJAK ANAK ANAK UNTUK BERBUAT MAKSIAT

      TOLONG GUANLIN LU KALO MALES MASUK ORGANISASI MENDING PERGI YES, DARIPADA CUMAN MEMBUAT ORANG ORANG TERKESIAP ATAU CAPER KE ADEK KELAS DAN

      WOW!

      RUPANE

      ANAK INI JATUH CINTA BETULAN AMA GUANLIN!

      SADAR ATAU TIDAK KAMU PERNAH MENGUCAPKAN UNTUK TIDAK JATUH TERLALU DALAM PADA PESONA GUANLIN, DONNA-SSI!

      DASAR PEMBOHONG

      BYE BGT

      W NUNGGUIN DONGHYUN SEKARANG YHA

      POKOKNYA DONGHYUN HARUS MANIS DARI GUANLIN 😛

      ❤ ❤ ❤ ❤

      Liked by 1 person

      1. HHHEH PERSUASIF PERSUASIF GUNDULMU KAK :)) INI TUH NGGAK USAH PAKE EMBEL2 PERSUASIF UDAH MAU LAH YA PASTINYA SI DIONNA /plak/

        Plis kak, satu2nya tempat biar Guanlin bisa bersama Dionna ya di organisasi itu :”) jangan iri ya karena iri tanda tak mampu wleeee /digebuk/

        WOW YA WOW AKU EMANG CINTA BETULAN SAMA GUANLIN, KAN UDAH KUBILANG DI ATAS, SEMAKIN KAMU BERUSAHA MELUPAKAN GUANLIN, SEMAKIN BESAR PULA USAHA DIA UNTUK SEMAKIN MENDOMINASI HATIMU. UGH.

        PENGEN CRY YA.

        btw makasih kaaak suda mampir dimariiii ❤ donghyun nya coming soon ya hehe

        Like

    1. yah, yah, yah, bocor deh………jangan buka kartu dong kaklel 😦 abisnya pesona Guanlin itu masyaallah, khasiatnya kayak kuku bima energi roso, bisa bikin melek seharian sampe jaga kuburan 24/7 pun kuat loh /digiles/
      enggak kok enggak, ini bukan ekspektasi. tapi doa yang semoga diijabahi amiin…

      tengs sudah mampir kaklelkoeh ❤

      Like

  1. YA ALLAH GUANLIN… YAAAAAA YAAAAA YAAAAA GUANLIN-AAAAA…. 💔 AKU NDA AKAN KAPOK KOK DON.. AKAN SELALU SUPPORTING GUANLIN, SEPERTI KATANYA.. :’))

    Serius ya don ini manis eee :’)) ITU MEREKA BERDUA KALO GA BETAH DI ORGANISASI MENDING NYOPOT AE /BHAY

    Sekian, nextnya mau diapain lagi? :v Pesona Guanlin tidak bisa ditoleran :’)

    Liked by 1 person

    1. LOH DIF JUSTRU DI ORGANISASI ITU DIA BISA BERSAMA SAMA LAYAKNYA BUNGA DAN KUPU KUPU /ASSAWW/

      gimana kabar kokoro? Sehat ndak? Aku bikinnya sambil ngantuk2, sambil mikir “aduh gila ini kenapa walaupun ngantuk tapi feel nya tetep kerasa ya.” Yah kurang lebih seperti itu, inilah yg disebut cinta tak memandang situasi dan kondisi yha😂😂

      Btw makasiii suda mampir difanti 😉

      Liked by 1 person

  2. love the story.
    cuma ada catatan aja, jumping. yg dilempar botol minuman apa bola? kalimatnya berbeda satu dengan yang lain.

    keep writing.

    p.s. aku cuma tante-tante yang suka dedek guanlin hihihihi.
    terima kasih sudah menuliskannya dengan manis. jadi kangen sekolah dan ikut organisasi lagi ^^ Guanlin mengingatkanku dengan firts love aku *damn! dont tell my husband please

    Liked by 1 person

    1. Makasii suda mampir sebelumnya 😀

      Kalo ndak salah di kalimat sewaktu Dionna nangkep botol minum terus ada bola yang kelempar ke arahnya ya kak, itu memang agak rancu hehehhee (lagi mode males ngebeta soalnya). Yang dilempar Guanlin itu botolnya kak, terus ada bola yg melesat ke dia dari arah lain gitu ^^

      Guanlin cocok kak jadi kakak osis ganteng yang demen bikin baper adek2 kelasnya wkwkwk😂 /lalu saya jadi pengen punya pacar kaya guanlin/

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s