Artificial Love

5285c59959e2c34b51097883ff665565

Written by thehunlulu ©2017

“Hari itu ia mengajariku apa artinya menjadi egois.” —prompt by Gxchoxpie

::::

“Kalau aku memintamu untuk berhenti mencintaiku, apa yang akan kaulakukan?”

Juho tersenyum samar kemudian terkekeh ringan. “Aku akan mencegahmu.”

“Ayolah, jangan jadi egois seperti itu, Juho-ya.”

“Kau menginginkan jawaban itu kan sebagai balasan atas pertanyaanmu tadi?” Juho bergeming, hanya sedikit memutar kepalanya guna bersitatap dengan Alodie yang hendak melayangkan sebuah pertanyaan.

Alodie tidak tahu, rasa apa yang tiba-tiba menyeruak di dalam dirinya. Saat di mana jika ia memilih untuk melanjutkan kisah manis dengan Juho, maka ia harus berlagak layaknya kupu-kupu; di luar tampak indah, namun di balik itu, tidak menutup kemungkinan bahwa kebohongan sedang bersemayam di dalamnya.

“Maaf Juho-ya, untuk kali ini izinkan aku mengatakan sebuah kejujuran padamu.”

“Aku tahu, Alodie. Tapi, aku ingin sekali saja bersikap egois padamu. Bicaralah sesuka hati, utarakan perasaan yang membuatmu tidak nyaman selama ini, dan aku akan membalasnya dengan seluruh keegoisan yang kumiliki.” Vokal Juho merendah, ia tahu pertanda apa yang selanjutnya terjadi antara dirinya dan Alodie.

Alodie menundukkan wajahnya, menutup celah agar Juho tidak melihat air matanya yang sebentar lagi akan meluncur. Isyarat hati seorang gadis rapuh yang hanya mampu membohongi perasaannya. “Aku ingin menyudahi semua ini ….”

Semua bukan salah Juho jika Alodie mendadak ingin memutus benang merah yang telah mereka jalin selama delapan bulan. Bukan, Juho bukanlah sumber kesalahan dari semua ini. Hanya saja, hatinya terasa seperti tersayat-sayat hanya karena penuturan Alodie meluncur lebih cepat dari yang ia perkirakan.

Juho menelan ludah. “Tidak. Tidak akan. Mungkin terdengar egois saat aku lebih mementingkan perasaanku sendiri, perasaan di mana aku masih mencintaimu, menyayangimu, dan tidak ingin membiarkanmu pergi. Bahkan, dalam kondisi apapun, walaupun cinta kita hanyalah cinta sepihak, aku akan lebih mementingkan perasaanku.”

“Keegoisanmu tidak akan pernah membuatku berubah pikiran, Juho-ya. Kau hanya memikirkan perasaanmu sendiri, itulah letak kesalahan yang selama ini tidak kau sadari. Seharusnya kau juga mementingkan perasaanku, menghargai keputusan yang kubuat walau hal itu dapat menyakiti hatimu pada akhirnya.”

Juho bangkit, berbisik dengan intonasi lantang pada Alodie yang terlebih dahulu berjalan di depannya. “Lalu? Kau memintaku untuk menyerah begitu saja?”

“Menyerahlah pada keadaan, terutama keegoisan yang selama ini masih mendominasi dirimu, Juho-ya.

Bunyi dedaunan kering yang saling bergesekan timbul saat Juho menyeret langkahnya, mengambil posisi untuk berhadapan dengan Alodie. “Kau seharusnya memberitahuku bagaimana cara agar bisa membuatmu bahagia, bukan malah menyalahkanku hanya karena keegoisan yang kumiliki, sedangkan kau sendiri pada dasarnya tidak pernah mencintaiku.”

Ketika Alodie mendongak dan berusaha mempertemukan maniknya dengan milik Juho, pemuda itu sudah terlebih dahulu menundukkan kepalanya di atas pundak Alodie. “Kumohon Juho-ya … melepas keegoisanmu sama saja dengan membiarkanku bahagia karenamu.”

“Kau tidak akan bahagia tanpaku, percayalah.” Suara serak Juho lantas membuat relung hati Alodie mendadak perih.

“Juho-ya—“

Tepat setelah angin berembus sedikit kencang, kedua kelopak mata Alodie menutup, disusul presensi Juho yang perlahan menghilang dari tempatnya semula, terbawa deru angin tanpa bisa dilerai. Lantunannya merambat ke dalam rungu, dengan tangisan serta kepingan pahit yang kian mencerca batin gadis tersebut.

“Terima kasih Juho-ya, karena telah menyempatkan diri untuk singgah dan meyakinkanku bahwa tanpamu, aku tidak mungkin bisa bahagia.”

Sejemang berlalu, Alodie membuka matanya dengan likuid bening yang menghiasi kedua pipinya. Dalam diam, gadis itu merindukan sosok Baek Juho yang telah pergi untuk selama-lamanya, dan kelak akan hadir hanya di dalam fantasinya.

Fantasi yang terlampau fana.

Fantasi yang jauh dari kata nyata.

.

.

.

Hari itu ia mengajariku apa artinya menjadi egois.

.

-fin.


CHALLENGE ACCEPTED! 😀 AYO KAKCEE, DIPOY, SAMA SINTIA SEGERA REALISASIKAN PROMPTNYA KYAAAAAA~~

Advertisements

8 thoughts on “Artificial Love

  1. FIRST YA GA SI ANJU

    WOI ANJIR INI APAANLAH GILA DIKIRAIN SWEET JUMPLANG INGIN MEMELUQ JUHO TAPI PAS LIAT KALIMAT TERAKHIR

    FANA

    FANA

    FANA

    NYESEK LOH DON:’)

    EMANG KEBIASAAN SUKANYA AMA YANG BIKIN HATI ANAK ORANG SESEK NAPAS ANJY EMANG. PLIS BYE BYE BANGET ANJU

    Liked by 1 person

    1. PLEZ YHA PLEZ JUHO ITU ENAK DIBIKIN ANGST, DIA KALO DIBIKIN FLUFF AKU TAKUT AKU YANG AMBYAAARRR SEBELUM ENDING /dikampleng/

      Iyaaa nak iyaaaa, Juho itu fana, dia arwah gentayangan bikos Alodie gagal move on bhay

      Btw makasihhh udah mampir di cerita unfaedah iniii❤️❤️

      Liked by 1 person

  2. EAAALAAHHH DONJAAAA… :3 LANGSUNG DIREALISASIKAN…/padahal jare’e webe tapi kok./ /oh ya hamdalah webe donna sembuh/ dan YA ALLAH.. AKU AJA MASIH NGGA KEPIKIRAN CAST E SIAPO.. :3

    DAN INI SUNGGUH

    SUNGGUH

    SUNGGUH

    SANGAT

    SANGAT

    DRAMA

    /bhay

    ❤❤❤

    Liked by 1 person

    1. INI JUST UNFAEDAH STORY GUNA MENGHILANGKAN WEBE DIP TAPI KOK YA PANCET AE WEBE DUH PENGEN PELUK JUHO RASANYA /GAGITU

      Ayoo difanti realisasikan challenge dadakan—tapi bikin gemes—dari kakcee! Castnya Chani x Donna leh ugha /disambit/

      Btw makasih yaaa udah mampir di cerita unfaedah inii❤️❤️

      Liked by 1 person

  3. first of all, MAKASIH DONNA wes eksekusiin prompt dr ku hahahaha lah aku sendiri yg punya prompt belum jadi2… nanti lah ya mau eksekusiin yg lain dlu 😀
    btw itu.. astaga.. zuho isnt my bias tapi fix ini baper banget… seakan aku jd pemeran dramanya bareng juho terus scene beginian /plak
    NICE FIC CINTAAAHHH
    btw… dua kalimat terakhir… itu curhatan kamu tentang hubungan dengan oppa? /pulang

    Liked by 1 person

    1. Kakcee kumohon jangan gebuk aku karena Juho dibikin mati astagaaaa wkwkkw😂😂 kedua, tolong hentikan delusi ini karena Juho hanya boleh bersanding dan bermain drama dengan Donna /digiles beneran/
      Dua kalimat terakhir………
      Kayanya itu prinsip hidup kita deh kak……… /krik/

      Btw makasih kakcee suda mampir dimariii❤️❤️

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s