The Truth : Alison’s Side

alison side

Written by thehunlulu ©2017

Starring DAY6’s Yoon Dowoon, SF9’s Kim Rowoon & OC’s Alison Kim Genre College-life, Friendship Length Ficlet (800+ words) Rating PG-13

“Akan kuingat wajah dan namamu, Yoon Dowoon.”

::::

Pukul sebelas lebih sepuluh menit ketika kelas usai, aku adalah orang pertama yang tahu-tahu sudah keluar kelas tanpa pamit. Dosenku masih ada di dalam, beliau merapikan buku-buku dan menutup laptop yang baru saja digunakan presentasi.

Sebenarnya, ada urusan yang cukup membuatku agak pening selama kelas berlangsung, sehingga tanpa tedeng aling-aling kulesatkan tungkai menuju koridor di lantai dua, membuka kunci loker dan mengambil secarik kertas dari dalam map bermotif kupu-kupu—kata teman sekolahku dulu sih kita harus mewujudkan mimpi sebebas kupu-kupu tanpa mengenal lelah dan, sebagai mahasiswa Filsafat, kuapresiasi filosofi yang tidak terlalu buruk itu.

Aku mengembuskan napas panjang, bersyukur karena rekap nilai minggu lalu masih tersimpan baik di dalam loker. Tidak ada yang patut dicemaskan karena Dosen Nam pasti akan menudingku dengan alasan ceroboh hanya karena lekukan kecil pada ujung kertas.

Setelah bunyi ‘klik’ kedua dari kunci yang baru saja kuputar, aku lekas berjalan untuk turun ke lantai satu. Langkah yang kuambil agak cepat, takut-takut jika Dosen Nam sudah pergi dari kelasku dan akan lebih membahayakan jika harus mencarinya di seluruh penjuru kampus karena keberadaan beliau sangat sulit untuk diprediksi. Tangan kananku membawa kunci loker, tangan yang kiri kugunakan untuk menggenggam ponsel, sedangkan selembar kertas yang sangat kuagungkan itu kuapit di antara lengan dan dada. Sempurna sekali. Seperti petugas restoran siap saji yang lari kesana-kemari untuk melayani pengunjung yang membeludak. Kesampingkan hal itu karena yang terpenting, rekap nilai tersebut tidak boleh rusak, kusut, bahkan sampai—

BRUK!

—ter … injak ….

“Oh, maafkan aku, Nona!”

Nah, baru saja vokal bariton seorang pemuda lolos setelah menabrak dan membuat ponsel serta kertasku terjatuh di atas lantai. Sia-sia sudah peluh yang sedari tadi mengucur dari pelipisku. Dengan posisi yang masih berlutut, segera kusambar selembar kertas yang—kuharap—tidak sempat terinjak oleh laki-laki jangkung di depanku ini. Aku mengerling ke arahnya sejenak, sedikit menilik ekspresi yang tak kalah kagetnya denganku saat ini.

Rasanya seperti adegan di dalam drama yang biasa ibu-ibu tonton di televisi. Sungguhan, ketika dengan spontan lenganku terjulur dengan maksud meraih kertas yang meluncur agak jauh, tangan laki-laki—yang menyebalkan setengah mati—itu tidak sengaja menyentuh punggung tanganku. Satu nama baru terukir di dalam otak, Yoon Dowoon. Itulah namanya ketika buku tulis milik Dowoon baru saja jatuh ke atas ubin dengan posisi terbuka pada halaman pertama—dan kurasa dia mengambil jurusan Kimia karena bukunya penuh dengan rumus atom, mol, dan apalah itu aku tidak mengerti.

“Oh? Mahasiswa Filsafat ya? Maaf karena kertasmu jadi agak kusut, Nona,” ucapnya sambil menepuk ringan noda tipis pada kertas yang ia bawa sebelum diberikannya padaku.

“Tak masalah,” timpalku setelah memeriksa seberapa parah kerusakan pada rekap nilai milik Dosen Nam. Untungnya tidak ada yang perlu dicemaskan.

“Aku Yoon Dowoon dari Fakultas Kimia semester lima. Kalau ada kerusakan pada ponselmu kaubisa temui aku di gedung paling timur!”

Benar kan? Senior selalu berlagak sok tidak peduli pada adik tingkatnya seperti saat ini. Sepersekian sekon berikutnya kesadaranku kembali setelah memerhatikan punggungnya yang kian menjauh di ujung koridor, dan kini pandanganku beralih pada ponsel mengenaskan di atas lantai yang … bodohnya baru kusadari jika ujung layarnya sedikit pecah.

“Akan kuingat wajah dan namamu, Yoon Dowoon.”

::::

Hujan mengguyur Seoul sejak dua setengah jam yang lalu. Kupusatkan atensi ke arah luar mobil, walau jarak pandang tampak tidak memungkinkan untuk sekadar memerhatikan pejalan kaki yang tengah melangkah di bawah naungan payung yang mereka bawa.

Pikiranku melambung tinggi, seperti menembus dingin dan lembapnya udara di luar. Rasanya, mekanisme otakku seakan diatur untuk memikirkan oknum tak bertanggung jawab yang dengan santainya berseru, “Aku Yoon Dowoon dari Fakultas Kimia semester lima. Kalau ada kerusakan pada ponselmu kaubisa temui aku di gedung paling timur!”

Masa bodoh dengan gedung paling timur, tawaran pertemuannya, ataupun gelagatnya saat memperkenalkan diri sambil mengangkat telapak tangannya tinggi-tinggi. Deskripsi yang sangat akurat untuk Yoon Dowoon adalah: sangat tidak elit.

Tapi, jauh dari kekesalanku yang masih meletup-letup, kusimpan sebuah pengakuan bahwa ia adalah pemuda yang … cukup menarik. Oke aku tahu ini benar-benar random dan agak gengsi juga jika harus mengutarakannya secara terang-terangan. Memang benar, aku cukup terlonjak ketika—secara tidak sengaja—mata kami saling bertemu walau hanya sekilas. Bibirnya sedikit bergerak untuk memberi sebuah senyuman simpul, walau nyatanya berlagak kebingungan adalah alibiku untuk mengabaikan setiap degup jantung yang sedikit tidak terkontrol.

“Yoon Dowoon?”

Aku berjengit ketika kesadaranku benar-benar kembali, hingga dengan brutal kugosok kaca mobil menggunakan ujung jaket sambil menimpali perkataan Rowoon—saudara kembarku—dengan gelengan mantap, “Ti-tidak. Bukan apa-apa, kok.”

Rowoon yang sedang menyetir di sampingku malah menautkan kedua alisnya maksimal. Pikirnya, setan macam apa yang berani merasuki jiwa saudari kembarnya saat sedang melamun tadi? Apakah aku terhipnotis sehingga—tanpa sadar—menulis nama Yoon Dowoon pada kaca mobil yang berembun? Gila, aku bisa gila jika memikirkannya setiap detik. Alih-alih geram karena insiden tadi, rasanya tidak terlalu buruk juga jika kami bertemu di kemudian hari untuk sekedar say hello ataupun berbincang seperti, “Oh ya Alison, nanti siang aku tidak ada kelas dan … apakah kau berkenan untuk makan siang bersamaku di kafe dekat kampus?”

Oh sial! Enyahlah kau dari fantasiku, Yoon Dowoon!

.

-fin.


INI ALURNYA MUNDUR YA SINTIA WKWKWKWK, AKU BERHASIL MEMENUHI CHALLENGE-MU UNTUK MENULISKAN POIN-POIN DARI SUDUT PANDANG ALISON H3H3H3H3H3 WALAU SAYA TIDAK YAKIN INI SESUAI DENGAN PENDESKRIPSIANMU ATAU TIDAK HEUUUU :”)

08:21 PM, Yoon Dowoon milik Donna seutuhnya hehehehe :)) 

Apakah … ada sudut pandang orang lain selanjutnya? Hanya Dowoon dan Donna yang tahu (yes, we are double D squad!) XD

Mind to review? 😉

Advertisements

12 thoughts on “The Truth : Alison’s Side

  1. ENGGA INI KOK

    INI KOK BAGUS LAHAWLA WALAKUWATA ILABILLAH!!!! WOI GUA LAGI BAPER GARA GARA AEGYONYA DOWOON YANG SANGAT TIDAK EPIC TIBA TIBA DI SODORKAN FIC SEPERTI INI… MUSNAHLAH WAHAI DOWOON ALAY!!!!! PLIS KELAPAQ INI APA:’)

    AKU KOK SENENG YHA:’)

    MAKASIH LOH

    TAK BALES LOH KAMU:’)

    LIAT AJA:’)))))

    BTW, INI SAMA SEKALI GA MELENCENG DARI EKSPETASI KOK, BAGUS DAN AKU SUKAK BAHASANYA YAAMPUN DASAR MAHASISWA!

    AYAFLU KELAPAQ, SEMANGAT YA!!! ❤

    Liked by 1 person

    1. tau ga sih aku bikin ini dari kemaren malem wkwwk terus dilanjut tadi abis pulang sekolah………KARENA AKU JUGA BAPER GARA2 DOWOON AH ELAH TOLONG KONDISIKAN YHA, JANGAN SAMPE CITRA MAS DOWOON RUNTUH ((di sini dia masih pencitraan dulu oke nanti di sudut pandangnya dia baru ketauan jahatnya)) /ditebas/

      YAAMPUN DASAR MAHASISWA! wkwkwkwk boleh ngekek ga sama yang ini wakakakakaka XD XD syukur deh kalo kamu suka yaaa, makasih uda mampirrr semangat buat kamu jugaa ❤

      Liked by 1 person

  2. YA DAN INI KENAPA ADA ROWOON SEGALA :3
    ,
    Lah, mas Dowoon sebenernya manis tau. Manis, manis, manis. Tapi kok kalian tega membuatnya jadi bejat :’).
    Lagi kesengseng deisik astagaa :’))

    Dowoon milik sintia, Yangke milik donna, JAE MILIK DIFANTI. Sekian. ❤❤

    SEMANGAT NULISNYA DONNA ❤ LAFYU

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s