Sesal di Atas Luka

image1 (1).PNG

Written by thehunlulu ©2017

Starring by DAY6’s Yoon Dowoon Genre College-life, Romance, Sad Length Vignette (1000+ words) Rating PG-15

Related Story : Be(lie)ve(d) by ninegust

“Jangan lihat ke sana, cobalah untuk melihat perasaan orang di hadapanmu.” –prompt by ninegust

***

Dowoon sudah menunggu kedatangan Alison cukup lama. Kira-kira lima belas menit sejak jadwal mata kuliah Alison berakhir. Di depan gedung fakultas Alison yang cukup sepi, Dowoon menyandarkan punggungnya pada pilar yang menyangga papan raksasa bertuliskan ‘Fakultas Ilmu Filsafat’ sambil menghela napas perlahan. Dowoon tidak tahu-menahu tentang keberadaan Alison, pun beberapa kali ia menghubungi gadis itu, tidak ada jawaban yang memuaskan dari seberang sana.

Kalau memang benar Alison sudah tidak lagi percaya dengan Dowoon, mengapa gadis itu tidak menyuruh Dowoon untuk pergi saja? Mengapa Dowoon juga harus repot-repot membohongi perasaannya sendiri yang jelas-jelas jauh dari kata ‘tertarik’ dengan Alison? Bodohnya, ketika Dowoon hendak pergi tanpa memberi kabar pada Alison, sebuah sahutan menginterupsinya dari kejauhan.

“Kak Dowoon, mengapa kau tidak pulang saja?”

Dengan hati-hati Dowoon membalikkan badannya, tanpa berniat untuk melirik sekilas arloji pada pergelangan tangannya karena ia rasa hal itu dapat menyinggung perasaan Alison. “Haruskah? Apa ada alasan untukku pergi meninggalkanmu seorang diri?” Dowoon mengeluarkan tangan kanannya, bermaksud untuk merengkuh pergelangan Alison namun gadis itu menampik dengan halus.

“Ada beberapa tugas yang harus kukerjakan karena deadline sudah dekat, Kak. Pulanglah, lagi pula di dalam masih banyak teman-temanku, aku bisa pulang bersama mereka jika kau tidak keberatan.” Alison menutup percakapan diakhiri dengan anggukan kecil, namun Dowoon yang sedari tadi menatap air muka Alison lamat-lamat tahu persis bahwa gadis itu masih menaruh harapan padanya.

Bukan, Yoon Dowoon tidak sepayah itu. Ia tidak akan menyetujui pernyataan Alison begitu saja kemudian melenggang pergi tanpa perasaan. Karena sekarang, yang Dowoon harapkan adalah ia menjadi orang yang baru di kehidupan Alison, berharap sang gadis telah melupakan perbuatannya di masa lalu. Yah, setidaknya Dowoon mencoba untuk berjuang walau hatinya masih nol besar untuk sekadar memiliki rasa pada Alison.

“Pergilah Kak, dan kumohon jangan pernah berharap kalau aku akan melupakan perbuatanmu padaku beberapa minggu yang lalu. Aku tahu perasaan simpatimu padaku tidak didasari oleh ketulusan, tapi karena paksaan kan?” Dengan suara paraunya, Alison berhasil membuat Dowoon terdiam, menampakkan raut gelisah ketika gadis itu menuruni dua anak tangga dan berjalan mendekati Dowoon.

Kini mereka saling berhadapan, Dowoon kembali memasukkan kedua tangannya ke dalam saku jeans sedangkan Alison melingkarkan kedua tangannya ke belakang leher. “Terimalah,” ujarnya sembari menarik tangan Dowoon dan meletakkan sebuah kalung berwarna perak pada telapaknya. “Kukembalikan kalung ini padamu dan, dengan sangat sopan, aku memohon kepadamu untuk tidak mencemaskanku lagi. Oke?”

Alison bermaksud untuk menggenggam tangan Dowoon lalu berbalik, namun urung ketika dengan cepat Dowoon mencegah Alison untuk pergi lebih jauh. Letak gedung Fakultas Kimia dan Filsafat tidak bisa dikatakan dekat, dan Dowoon tidak ingin membunuh waktu berharga mereka dengan sebuah pertemuan yang sia-sia seperti ini.

“Alison! Dengarkan aku setidaknya sekali saja sebelum kau benar-benar memaksaku untuk pergi. Kau tidak akan kecewa lagi kali ini, jadi tetaplah di sini dan beri aku kesempatan untuk mengutarakan perasaanku, juga dirimu yang memilih untuk menjauh hanya karena takut sakit hati.”

“Aku sudah tahu semuanya, Kak. Semua tentangmu. Tentang perasaanmu yang sesungguhnya, bagaimana kau memperlakukanku selama ini, dan juga masa lalu yang mendorongmu untuk melampiaskan pada orang yang sama sekali tidak memikirkan betapa menyedihkannya dirimu.” Alison sedikit menaikkan nada suaranya, padahal ia adalah tipikal gadis yang tidak bisa semudah itu melampiaskan kekesalannya, terlebih pada seseorang yang belum lama ia kenal seperti Dowoon.

“Jangan lihat ke sana dan cobalah untuk melihat perasaan orang di hadapanmu, Alison.”

“Perasaanmu? Kau bilang aku harus mencoba untuk melihat perasaanmu, Kak? Apakah kau masih terus berjuang untuk mengembalikan perasaan seseorang yang pernah menyukaimu? Kau memanfaatkan diriku untuk menutupi luka hatimu di masa lalu, kan? Kak Jaehyung bahkan menyuruhmu untuk mendekatiku hanya untuk sebuah status yang bahkan kau sendiri tidak memiliki sedikitpun rasa padaku.”

Dowoon membeku, tangannya mengepal dengan kuat. Sejak awal, pemuda itu memang berniat untuk meluruskan berbagai kesalahpahamannya dengan Alison. Bahkan jika mereka hanya bisa bersua tanpa ditemani obrolan yang penting sekalipun, sepertinya Alison memang sudah tau sejak awal tentang segala sesuatu mengenai Dowoon.

Masih dengan kedua mata yang tertuju pada wajah Alison, Dowoon menarik napas dalam lantas mengembuskannya perlahan. Sekarang, ia tidak lagi memiliki kata-kata untuk menampik seluruh penuturan Alison. Bukannya Dowoon gengsi untuk mengucapkan maaf, tapi ia bukanlah tipikal pemuda yang akan mengakhiri sebuah percakapan dengan begitu mudahnya.

“Fakta kalau seorang wanita mudah dibodohi memang benar, Kak. Dan kau berhasil kali ini. Tapi maaf, aku tak lagi membuka hati untukmu seperti dulu, ketika aku pura-pura tidak tahu mengenai segala sesuatu tentangmu.”

Sebersit penyataan tiba-tiba menggerayangi otak Dowoon. Pemuda itu tidak pernah melupakannya, sebuah momen ketika kekasihnya tertangkap basah berselingkuh dengan teman satu angkatannya beberapa waktu silam, saling bercumbu di halaman universitas yang kemudian membuat Dowoon tiba-tiba saja ingin menarget seorang gadis untuk merasakan bagaimana perihnya dipermainkan.

“Kautahu Dowoon-ah, aku tidak pernah memperlakukannya lebih dari sekadar teman.”

“Terkadang … wanita memang lebih mudah dibodohi.”

Sekarang Dowoon tahu bagaimana rasanya dicampakkan dua kali oleh dua orang gadis yang berbeda. Gadis pertama adalah orang yang begitu ia cintai, namun perasaan itu berubah haluan ketika kekasihnya dulu tidak benar-benar mencintainya. Kedua adalah gadis yang menaruh hati padanya, Alison Kim, yang sekarang tak lagi percaya pada Dowoon yang diam-diam membalas dendam masa lalunya pada gadis tersebut.

Jemari Dowoon terselip pada surai hitam milik Alison guna mengambil sehelai daun yang baru saja jatuh tertiup angin. Ia tersenyum tipis pada Alison yang masih berusaha menahan air matanya yang sudah menggenang di pelupuk. “Aku menyesal sekarang. Menyia-nyiakan perasaan seorang gadis layaknya diriku adalah pemuda yang sudah pantas untuk dicintai, terlalu sempurna untuk menarik ulur perasaanmu seperti ini. Aku minta maaf.”

“Tidak. Kau tidak menyesal, Kak.”

Dowoon sedikit menunduk, menatap gerak-gerik Alison yang tengah berjingkat kecil sambil menepuk pundaknya. “Kau hanya perlu waktu. Aku paham itu.”

“Waktu untuk apa?”

“Untuk membalas seseorang yang telah melukaimu dengan mencintai orang lain, melindunginya agar tidak terluka dan menyedihkan seperti dirimu.” Alison menutup percakapan diiringi tepukan singkat pada lengan Dowoon. Pemuda itu tak lagi mampu mengucapkan sepatah kata.

Yang bisa Dowoon lakukan hanyalah memerhatikan punggung Alison yang menjauh darinya, meninggalkan sebongkah rasa sesal yang kian menghantam dada. “Memang benar harusnya aku tidak sebrengsek ini, Alison. Maafkan aku ….”

.

-fin.


Dowoon x Alison sukses tereksekusi! Salahkan yang punya OC karena bikin karakter mas Dowoon sejahat Cha Min Ho /bhay/

Bagaimana Sintia? Dowoon kurang jahat atau Alison yang kurang tersakiti ini? Apakah … apakah … kamu sudah puas sama kisah mereka yang Alhamdulillah karakter cowoknya enggak sepolos Joshua ke Eunha /ditebas Kakcee/

JADI, KARENA AKU UDAH MEMENUHI CHALLENGE-MU, APAKAH KANGMAS BRIAN BISA KEMBALI PADAKU, WAHAI SINTIA?

03:45 PM dan salam sejahtera ❤

Mind to review? 😉

Advertisements

7 thoughts on “Sesal di Atas Luka

      1. YA ALLAH!!! Ternyata ini lanjutan kisah sintia kemaren? :’) Mas Dowoon ko brengsek sekali. Dan thanks don, dikau menghidupkan mood angst(?)ku.
        Dirimu berhasil menghanyutkan dalam suasana mereka dengan setiap kalimat yang kau tulis.. :”) heuuu…
        DAN SINTIA MAU NULIS BRIAN? ditunggu❤

        Wis lah don iki epic, kamu nulis brian lagi geh, wkwkwk. Luv donna ❤ keep writing :*

        Liked by 2 people

      2. DUH DIF SAYA YA KESEL INI YANG PUNYA OC MINTA DITEBAS HABIS KAYAKNYA /BHAY

        sebenernya ini hubungan dowoon alison ini kurang jelas dee, yg punya oc masih merahasiakan hubungan mereka katanya /plak

        pokoknya trims sangat difanti udah mampir yaaaw ❤

        Like

  1. IYA

    GUA GA FIRST

    IYA GAPAPA GUA DUAIN GAPAPA

    TAPI KELAPAQ

    PLIS INI JELASKAN TOLONG YA, TIAP TIAP POIN TENTANG ALISON DAN DOWOON WADAAAAAW INI BAGUS PAS BANGET EMANG GA OOC DONG HEHE LUV<3 GA GAGAL BIKIN SUPRISE BUAT WKOK:') TERUS DOWOON, UDAH NYADAR YA KAMU SUKURIN! MANG ENAK HAH! RASAIN DOWOON RASAIN!

    LIATKAN DOWOON GA SEPOLOS ITU!

    DOWOON BRENGSEKIYAAAAAAAAAAAAAAAA, SUMPAH INI BAGUS BANGET MAU MENANGOS MBO ALISON UDAH MULAI JADI ANAK FILSAFAT ASELI:'V BAGUS

    BAGUS BANGET

    GUA SUKA

    BYE BANGET

    GUA HARUS BALES INI WOI ANJJJIR

    Liked by 1 person

  2. KAN ITU NANTI ROMAKU, INI DIBIKIN MISTERIUS DULU INI KENAPA BARU NTAR BIKIN DOWOON SAMA ALISON SIDE HUAHAHAHAHHA /ketawa jahat/

    Btw tengs sudah memberikan prompt terajib seluruh jagat raya heuuuu :”) pokoknya nantikan deh kisah mereka selanjutnya /ini yang punya oc siapa coba/

    Makasii udah mampir sintia mwah ❤️❤️

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s