Let Him Go

Processed with VSCO with m3 preset

Written by thehunlulu ©2017

Starring by DAY6’s Kang Younghyun Genre Friendship, Sad, Angst, Hurt/Comfort Length Vignette (1,1k+ words) Rating PG-13

“I try to start a conversation to figure out how you feel.” —I’m Serious by DAY6

***

Younghyun terduduk di atas kursi taman rumah sakit, tepat di bawah teriknya matahari yang bersinar persis di atasnya. Hamparan rumput hijau dijadikannya karpet pijakan, dengan gulungan awan putih yang menggantung pada langit biru.

Sesekali pemuda Kang tersebut mengubah posisi duduknya. Yang awalnya kedua kaki ia luruskan kini disilangkan, kemudian disusul kedua tangan yang ia rentangkan di atas sandaran kursi sambil sesekali menoleh ke kanan dan ke kiri. Netranya masih cukup bagus ketika dari kejauhan Younghyun melihat beberapa pasien yang duduk di atas kursi roda, saling bercengkerama dengan sanak saudara maupun dokter jaga yang sedang melewati lorong. Semuanya berjalan sebagaimana mestinya, hiruk-pikuk sebuah rumah sakit ditemani secercah harapan pada setiap insannya.

Dalam diam, bersamaan dengan langkah seorang gadis dari kejauhan, Younghyun lantas berdiri dari tempatnya, mematri fokus pada sosok yang sedang berjalan mendekatinya dengan wajah yang tertunduk lesu. Untuk beberapa sekon Younghyun tidak ingin pikiran buruk terbersit sedikitpun di kepalanya, namun ketika ia melihat wajah kawannya tampak lesu seperti ini, mau tidak mau Younghyun harus menaruh empati padanya.

Langkah Younghyun melambat saat lambaian tangannya berhasil menarik perhatian si gadis. Dengan sigap tangan kanan pemuda tersebut meraih pundak kawannya yang sedikit bergetar.

“Apakah semua baik-baik saja, Ainsley?” tanya Younghyun, berusaha selembut mungkin kalau-kalau gadis bernama Ainsley itu baru saja mendapat sebuah kabar buruk.

Sedikit, Younghyun memiringkan kepalanya, berusaha menatap manik Ainsley yang masih mematri pandang ke bawah, seolah-olah memberi Younghyun isyarat kalau gadis itu tidak sedang baik-baik saja. Seketika itu juga Younghyun paham bahwa pertanyaannya barusan adalah sebuah pertanyaan retorik yang tidak membutuhkan jawaban.

“Kemari, duduklah terlebih dahulu selagi kau butuh waktu untuk menceritakan semuanya.”

Ainsley menurut, kemudian melangkah mengikuti Younghyun yang terlebih dahulu jalan di depannya, hingga mereka berdua duduk di atas kursi yang baru saja ditempati Younghyun.

Hening sejenak, Younghyun hanya mampu terdiam dan menjaga jaraknya dengan Ainsley. Raut cemas seketika menyambangi parasnya disusul pikiran-pikiran negatif yang berkecamuk dalam otak pemuda tersebut.

“Mungkin kau bi—“

“Younghyun-a ….”

Keduanya terdiam, setelah Younghyun pada akhirnya memberanikan diri untuk membuka suara dan Ainsley yang kali ini menatap kedua manik pekat pemuda tersebut.

“Lanjutkan saja,” ujar Younghyun sambil mengubah posisi duduk dengan kedua siku yang bertumpu di atas pangkuannya.

Ainsley membuka bibirnya getir, “Seungcheol ….”

“Seungcheol?”

“Dia … tidak bisa diselamatkan, Younghyun-a.”

DEG.

Setelahnya, Younghyun hanya mampu mematung. Pernyataan yang terus-menerus berputar di dalam benaknya kini terlontar dari bibir Ainsley. Pada akhirnya tangisan gadis itu pecah disertai punggung yang naik-turun tak berirama, mengundang Younghyun untuk merangkul gadis tersebut secara impulsif, menepuk-nepuk pundaknya penuh empati.

“Tenanglah Ainsley,” hibur Younghyun walau ia tahu sedikit banyak usahanya akan sia-sia.

“Ini semua salahku, Younghyun-a! Kalau saja aku tidak memaksanya untuk mengantarkan beberapa literasiku yang tertinggal, mungkin Seungcheol tidak akan menderita karena kelakuan gadis bodoh sepertiku!” Ainsley memekik, berusaha mengingat-ingat sosok Seungcheol—kekasihnya—yang terlibat kecelakaan beruntun di jalan raya beberapa jam yang lalu. Air matanya nyaris tidak bisa terbendung, membuat wajah pualam gadis itu menjadi sembab kemerahan.

“Hei Ainsley, dengarkan aku.” Younghyun memiringkan tubuhnya ke arah Ainsley yang masih tertunduk dan tenggelam dalam lautan kesedihannya. “Kumohon, kau tidak boleh menyalahkan dirimu sendiri karena dalam insiden ini tidak ada yang bersalah. Kau sudah berjuang semaksimal mungkin untuk keselamatannya, dan para dokter juga sudah berupaya untuk memberikan banyak bantuan untuk Seungcheol dan juga dirimu, Ainsley.”

Younghyun paham betul bagaimana kegundahan Ainsley saat ini. Seseorang yang senantiasa menjadi pendamping hidupnya kini menghilang untuk selama-lamanya. Di dalam lubuk hatinya, Younghyun turut merasakan pemikiran menyakitkan yang timbul setelah sebuah kenyataan pahit mengambil nyawa Seungcheol tanpa izin. Tapi untuk saat ini, mengesampingkan perasaan keduanya, Younghyun lebih memilih untuk bersikap tegar walaupun hatinya ikut rapuh sekalipun. Demi sebuah senyuman yang kembali terulas pada bibir Ainsley, Younghyun siap untuk memberikan pundaknya pada sang gadis. Apapun yang terjadi, dalam beberapa waktu ke depan, Younghyun akan membimbing Ainsley untuk melupakan pahitnya kisah lampau dan melangkah bersama, menyusul harapan indah di lain waktu.

“Younghyun-a … seharusnya gadis sepertiku tidak diperbolehkan untuk tetap hidup di dunia ….” Ainsley memejamkan kedua matanya erat kemudian melanjutkan, “Seharusnya … Seungcheol tidak boleh pergi begitu saja! Mengapa Tuhan seakan memberi tameng saat kami hendak bertemu? Kesalahan besar apa yang telah kuperbuat sampai Tuhan tidak mengizinkannya untuk bertemu denganku, Younghyun-a?!”

Di sampingnya, Younghyun menatap gadis bertubuh mungil itu dengan tatapan nanar. Seakan pemuda bergaris Kang tersebut sengaja diundang kemari untuk menyokong kembali harapan Ainsley yang nyaris luntur. Younghyun tahu ia bukan pemuda yang ekspresif, sehingga dirinya hanya bisa merasakan kepedihan di dalam hatinya saja, tanpa memiliki keinginan untuk menumpahkannya di hadapan Ainsley.

“Dengar aku Ainsley, kau sudah berusaha untuk menghubungiku setelah kau mendengar suara tabrakan saat bertelepon dengan Seungcheol, ‘kan? Kau tidak bersalah, sama sekali tidak.” Younghyun berusaha mengunci maniknya dengan milik Ainsley sembari mencengkeram pundak gadis itu kuat-kuat. “Sekarang, detik ini, kau tidak boleh menyalahkan dirimu sendiri. Tuhan sudah mengatur sedemikian rupa, menunggu seberapa besar usahamu untuk tidak menyalahkan takdir. Kau ingin Seungcheol pergi dengan tenang, ‘kan?”

“Tapi—“

“Kalau begitu jangan menyalahkan dirimu lagi. Mengerti?” tukas Younghyun cepat disusul jemari yang menghapus linangan air mata yang membanjiri wajah Ainsley.

Ainsley mengangguk, sangat samar. Walaupun begitu, Younghyun dapat melihat sosok di sampingnya sedikit lebih tenang dari sebelumnya. Seulas senyum berusaha pemuda itu kembangkan, meyakinkan dirinya sendiri bahwa ia bisa membantu Ainsley untuk bangkit dari keterpurukannya.

“Sekarang kau hanya perlu mendoakan Seungcheol, ia tidak menyesal karena telah dipanggil oleh Tuhan yang senantiasa mengabulkan doa dan harapan-harapan baikmu untuknya.”

Napas Ainsley masih sukar untuk dikendalikan, namun ia tidak menolak ketika Younghyun menariknya ke dalam hangatnya dekapan pemuda itu. Jari-jari Younghyun turut mengelus rambut gelombang Ainsley, membiarkan bulir-bulir bening kembali berjatuhan dari pelupuk sang kawan yang kemudian membasahi pundak Younghyun.

“Tidak apa-apa, Ainsley. Menangislah selagi itu dapat membuatmu tenang, membantumu mengumpulkan seluruh harapan yang terlanjur patah. Tapi ingatlah, aku akan senantiasa berada di sisimu saat kau tak lagi bisa membangun harapanmu kembali. Percayalah.”

Untuk beberapa saat, Ainsley merasa seperti seluruh beban hidupnya raib ditelan angkasa. Walaupun Younghyun tak lebih dari sekedar teman, namun Ainsley yakin dengan seiring berjalannya waktu, mereka dapat melangkah bersama-sama, berkomitmen untuk saling berjuang di kemudian hari.

.

.

.

“Kutitipkan Ainsley untukmu, Younghyun-a.”

-fin.


Ayo, yang kemaren nyaranin Donna buat bikin fic-nya kangmas Brian angkat tangannya! /tunjuk Teh Roma Kelapa Squad/ XD Terus yang nyaranin based from single barunya DAY6 mana hayooo? :”)

Difanti oh Difanti, aku akhirnya nulis song-fic tapi hasilnya enggak banget wkwkwk jatohnya malah sad-angst yang—super duper sumpah deh—fail banget nget nget! Nggak sesuai sama lagunya(?) sama MV-nya apalagi /digiles/ terus prompt yang kamu pilihin waktu itu maaf nggak jadi kubikin /dikeplak/ Terus nih terus, perkataanmu yang “Ainsley dibikin putus sama Seungcheol” itu akhirnya bisa terealisasikan ya Dipoy ku sayang :”)

Terakhir, bolehkah memberi review pada cerita saya? 🙂 Bonus piku Mas Brian nih:

Advertisements

16 thoughts on “Let Him Go

  1. PLIS INI SINTIA DULUAN KAN?!

    WOI GUA DULUAN KAN WKWKKWKWKKWKWKKWKWKW

    SUMPAH YA PERTAMA TAMA MAU KOMEN BLOG DULU WOEEEEE KENAPA DUA BANGSAT TERPAMPANG GILAK DIATAS YAAMPUN INGIN MENANGOS MELIHAT JASTIN DAN SAMAEL /EH SAMUEL MENYAMBUT KEHADIRANQU DI LAPAQ INI!!!!!!!!

    JAHAT YA,

    DONNA KAMU TUH JAHAT!

    DIKIRAPENGEN BIKIN YANG ASYIQUE FLUFF ASAAAW BEGITU EH INI MALAH MENGUNDANG HASRAT INGIN IKUT NIMBRUNG MELUK JUGA SAMA PAPA YOUNGK /DIGAMPAR

    AH SUDAH

    KAMU YA

    KESENENGAN BIKIN ANAK ORANG SAD ANGST TERUS IYA

    UDAH

    LAPYU ❤

    Liked by 1 person

    1. SINTIAAA WKWKWK IYAAASH KAMU PERTAMAX NAK PERTAMAXXXX /lempar mercon/

      kenapa dengan jastin dan muel kenapaaaa, bukankah mereka so precious?? :”) ingin rasanya kukarungin mereka berdua ituuuuu ASDFGHKJDIJEFINCCJDN sini dek ikut nuna dijamin hidupmu sejahtera /plak/

      whoaaaa untung ini papa youngk enggak nista, padahal bawaannya kalo liat dia pengen tak saikoin mulu /gagitu/. dan yash pokoknya biarkan dia mellow2an dulu, nanti ada saatnya Ainsley dan Younghyun bersanding sebagai sepasang kekasih /bhay/

      btw makasih lhoo sudah mampir di lapak nista ini mwahh ❤ ayapluuu ❤

      Liked by 1 person

  2. DAHELL KUPIKIR BAKAL EKSEKUSI FLUFF2 TERNYATA…
    Kedua, kupikir pas muncul latar rumah sakit tak kira si kang mas brian yang sakit bahaha

    Btw ini sbnrnya ada apa ini mbaknya sm seungcheol kenapa ini?
    Minta satu kek brian blh ga si ya Tuhan ku ingin jg nangis di pelukan diaa…

    Btw… Utk semua pertanyaanmu, kuharus acung tangan keknya ahajaja 😄😄

    Nice fic sayang… Keep writing yaaaa

    Liked by 1 person

  3. TUH KAN TUH KAN SUDAH TERTIPU OLEH KETAMPANAN MAS BRIAN YANG TERLAMPAU HAQIQI KAYANYA YA /digiles/

    btw mas briannya sakit kok wahahahaha sakit hati karena gebetannya nangisin pacarnya /GAGITU/. ya intinya si seungcheol ini lg otw ke rumahnya ainsley naik mobil, terus pas lg telpon2an, dia nabrak sesuatu dan DUAGH! sambungan terputus tiiiittt……. terus ainsley ngehubungin si kang mas buat bantuin si seungcheol gitu :”) /oke ini unfaedah/

    wkwkwkwk makasihh kakcee sudah mampir dimari yaaa ❤

    Like

  4. BONUS PIC NYA MENGGUGAH HATII BRRRUUHHHHH….

    Eh sumpah ya, Don. Aku nda nyangka bakal jadi begindang/eh. DAN YASS, SEUNGCHEOL AMA AINSLEY PUTUS.. /BHAYY . Ya itupun karena seungcheol mati :”))
    Untuk kedepannya lanjutkan kisah Brian Kang X Ainsley ini.. Wkwkwk, lalu mas seungcheol bagaimana? :v

    Wis ini so epic don ❤ sad angst gitu, aku suka.. ❤ KEEP WRITING DONJAAA.. :))

    Liked by 1 person

    1. Dipoooyy hwhwhwhw bagaimana nasib mas seungcheol? Hm… Biarkan waktu yang menjawab /dikeplak/ intinya doi sudah tenang di sana HWHWHWHW /lalu yg nulis bahagia bikos mas brian tidak jomblo lagi/

      Makasih dipoy suda mampir dimariii hehehehe😍😍

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s