His Smile

61df53b449bb6f2bfe18460eac50ab6a

Written by thehunlulu ©2017

“Senyumnya indah … sungguh indah.”

***

Beberapa langkah kuuntai dengan tergesa, menilik sesosok pemuda yang tengah berjalan santai beberapa meter di depanku. Sepatu berwarna merah marunnya terlihat menarik, sambil sesekali berjingkat tipis saat berusaha menghindari anak kucing yang membuntutinya dari belakang. Ah, lucu sekali.

Beberapa saat kemudian sosoknya berhenti melangkah, mematung di tempat bersamaan dengan angin sore yang menghempas tubuhnya lembut. Oh tidak, sepertinya aku ketahuan kalau sedang membuntutinya diam-diam! Sejurus kemudian kualihkan pandanganku ke sembarang arah sambil berusaha menghindari tilikan tajamnya. Tolong ya, Mark Tuan, kebiasaanmu yang selalu membuat hati gundah gulana masih melekat, ya, rupanya!

Mark menggaruk tengkuknya—entah gatal atau memang sedang merinding—kemudian bergegas pergi dari tempatnya semula. Maniknya tampak berkelana mengabsen satu per satu bunga musim semi yang bermekaran di atas pohon, sementara kepalanya mengangguk-angguk ringan mengikuti alunan melodi dari headphone berwarna hitam dengan corak silver yang dipakainya.

“Aku pulang!”

Dengan lantang pekikan Mark mengudara di ambang pagar, disusul jemarinya yang membuka gembok dengan lihai kemudian menghilang masuk ke dalam rumah.

Oh tidak! Mark Tuan, tolong buka pagarnya sebentar! 

Tanpa aba-aba, segera kupukulkan telapakku di muka rumah, menggedor-gedor pagar bercat mahoni itu walaupun hasilnya nihil. Tidak, aku tidak boleh kehilangan jejaknya. Siapapun tolong selamatkan aku!

“Ibu! Ke mana perginya Sam?!”

Fyuh! 

Belum lima menit berlalu, tahu-tahu Mark sudah melenggang keluar rumah dengan tubuh berbalut kaos putih tipis. Ah, yang benar saja, dia terlihat begitu seksi dan—

“Hei Sam! Kau di situ, rupanya! Kemarilah!”

HAP! Aku segera melompat ke pelukannya beberapa sekon setelah ia membuka pagar. Kukibaskan ekorku bahagia disusul senyuman yang merekah sempurna pada parasnya. Mark tertawa kecil saat mendapatiku menjilat-jilat pergelangan tangannya dengan penuh semangat. Senyumnya indah, sungguh indah … sampai aku dibuat mematung lantaran—

Cup! 

—ia menciumku!

“Anjing pintar!” celetuknya.

-fin.


Sumpah yaa enggak tau ini cerita apaan wkwkwkwk karena lagi webe parah, gatau kudu nulis apa, dan ini aja nulisnya ngebut soalnya emang lagi buntu ide :’) 

Aku tau cerita ini absurd banget huahahahaha surealisnya gagal wkwkwkwk. Dan thanks buat difanti karena udah nyumbangin ide demi cerita tak berfaedah ini /dihajar/

Mind to review? 😉

Advertisements

2 thoughts on “His Smile

  1. Ini gila. INI GILA. Aku sudah hampir baper baperan karena ini. Syalan tau taunya sudut pandang anjing.. Plisssss :3.

    Walopun ngebut tapi jadinya bagus kok don. Serius.
    Mumpung libur nulis yang banyak don, semoga webenya ilang. Keep wringting donna ❤❤❤.

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s