Roll Your Dice: 7

josh1234

Written by thehunlulu ©2017

JOSHUA HONG X CHOI EUNHA

See also: ninegust & difanfanxiu99

Hanya perlu tujuh langkah lagi untuk bisa menggapaimu, namun apa daya diriku yang terjatuh pada langkah terakhir.

***

1st

Di dalam benakku, kau—Joshua Hong—tak ubahnya seperti laki-laki yang diperbolehkan hidup tanpa harus merasakan kejamnya dunia. Dirimu mungkin tidak akan pernah melewati sebuah situasi di mana detik demi detik yang berlalu terasa seperti penantian yang panjang. Bahkan ketika kau membuatku menggantungkan sebuah pengharapan, sekali lagi, dengan santainya kau menjatuhkan harapan itu pada detik yang sama.

“Eunha-ya, kurasa filosofi yang mengatakan bahwa sepasang sahabat lawan jenis pasti akan merasakan jatuh cinta itu tidak benar adanya.”

Itu tidak benar, Josh. Nyatanya semakin kuhabiskan waktu untuk bersua denganmu walau hanya sesaat, perasaan itu semakin mendominasi diriku, mengumandangkan sebuah teriakan ingin dinomor satukan di dalam hidupmu. Aku tidak ingin jatuh lagi, tidak ingin tergelincir untuk kedua kalinya oleh penuturan tak berperasaan darimu.


2nd

“Eunha-ya.

“Hm?”

“Kau lihat itu, ‘kan?” Joshua melontarkan sebuah pertanyaan dengan vokal yang entah mengapa terdengar lebih lembut, seperti memaksaku untuk mengikuti gerakan jemarinya yang menunjuk ke arah langit malam.

Untuk beberapa saat kuhirup oksigen dalam-dalam, lantas mengedipkan kedua mata dan mengerling ke arah Joshua yang masih berbaring di sampingku, diikuti dengan rambut yang meliuk ringan terkena embusan angin.

“Eunha-ya,” panggil Joshua sekali lagi.

“Iya aku tahu,” jawabku singkat, ketika tanpa jeda ia kembali memusatkan atensi pada gugusan bintang di atas cakrawala.

Tak lama, Joshua menorehkan telunjuknya untuk menggambar sebuah pola semu di langit. Salah satu matanya ia pejamkan, tampak sedikit menerawang. “Rasi Coma Berenices, konstelasi pada musim semi.”

Untuk beberapa saat kuapresiasi betapa cemerlangnya otak Joshua, menghubungkan satu demi satu kilauan bintang yang menggantung acak di tengah kegelapan.

“Menurutmu, apa yang akan terjadi jika salah satu bintang di sana menghilang secara tiba-tiba?”

“Satu garis akan hilang. Bukankah begitu?”

Joshua tersenyum tipis. “Benar, bentuknya tak lagi sempurna.”

“Lalu untuk apa kau menanyakannya? Dan … sejak kapan kau tertarik pada dunia astronomi? Memangnya NASA mau merekrutmu, huh?”

Kekehan khas Joshua menguar, tampak sedikit dipaksakan. “Kemarikan tanganmu dan genggamlah tanganku.”

Sengatan listrik berarus kecil seakan menyentak jantungku. “A-apa?”

Alih-alih mengulang pernyataannya, Joshua lekas menggamit lenganku, menggenggam erat buku-buku jariku di atas tanah lapang berkarpet rerumputan hijau. Pandanganku hanya tertuju pada satu titik; kilauan cahaya perak yang membentuk berbagai konstelasi di atas kami, berlomba-lomba untuk menjadi yang paling terang demi sebuah senyuman yang terkembang pada paras Joshua.

“Eunha-ya, bisakah persahabatan kita terjalin lebih sempurna melebihi kesempurnaan bintang-bintang di atas?”


3rd

Aku tidak pernah berani mengungkapkan betapa kesalnya diriku saat menghadapi kenyataan bahwa seorang Choi Eunha sepertiku jatuh cinta pada orang yang salah. Bukan salah dalam artian mencintai pria brengsek seperti yang ada di film-film, bukan itu semua. Hanya saja, Joshua Hong kerap kali salah mengartikan perasaanku padanya. Ia selalu merespons dengan presepsi bahwa kami tak akan pernah jatuh cinta satu sama lain, entah berpura-pura tidak peka atau memang ia tidak memiliki insting peka barang sedikitpun.

“Josh, apakah kau siap untuk merasakan jatuh cinta pada seseorang?”

“Eunha-ya—hei, maksudku—mengapa kau menanyakan hal itu?”

Aku tahu pertanyaan semacam itu sangat tabu untuk dibicarakan pada sebuah kolase persahabatan yang tak kunjung bertemu pada titik yang bernama cinta. Sebuah pengharapan. Ya, pertanyaanku tak lain dan tak bukan adalah secuil harapan yang kusimpan untuknya.

“Hanya saja … sangat tidak mungkin jika kau belum menemukan tambatan hati, sedangkan sahabatmu selalu saja dirundung rasa gelisah karena seorang laki-laki.”

Joshua melangkah maju. “Boleh kutahu siapa laki-laki itu?” tanyanya lembut, salah satu tangannya menyentuh pundakku disusul tatapan yang sangat teduh.

“Kau dulu, siapa wanita yang kagumi saat ini?”

Joshua menggeleng. “Tidak ada,” ujarnya bersamaan bola mata yang bergulir ke arah lain. “Lebih tepatnya belum ada yang bisa membuatku nyaman selain dirimu, Eunha-ya.

Belum ada ….

Lantas siapa sebenarnya diriku? Mengapa perasaan benci perlahan muncul di tengah definisi cinta yang menggambarkan sosok Joshua Hong di hatiku?

Joshua-ya, hanya perlu tujuh langkah lagi untuk bisa menggapaimu, namun apa daya diriku yang harus terjatuh pada langkah terakhir saat kau bahkan tidak berusaha untuk membuatku bangkit kembali?

“Hei Eunha-ya, kau belum menjawab pertanyaanku, siapa laki-laki yang membuatmu gelisah?”

Tunggu tujuh langkah lagi Josh, karena mengambil selangkah untuk membuatmu mengetahui keberadaan perasaanku sangatlah sulit.

“Kau tidak perlu tahu karena laki-laki itu tidak bisa menafsirkan perbedaan antara cinta dan persahabatan.”

-fin.


Haloooo ini pas banget waktu diundi kedapetan promptnya Difanti wkwkwkwk ashoy sekaliiih pemirsaaaa xD

Dan … Kakcee, apakah aku sudah cukup membuat mba Eunha merasakan tekanan batin yang sangat dalam? Bukankah kisah cinta tak terbalas Eunha semakin seru? /serius abis ini Donna digampar/ 

At last, semangat Kakcee buat UN-nya! ❤

Mind to review? 😉 

Advertisements

10 thoughts on “Roll Your Dice: 7

  1. YAK,

    INI APAAN SI WOI, BAGUS BANGET TAPI PENDEK SAYA MERASA DIGANTUNG BAK CUCIAN BAJU. WOI JOSHUA DEMI APA DEDEMIT KAYA LU GATAU CINTA WOI IH GIMANA SEEEEEE GUA GREGETAN SENDIRI UDAH MAU NGETEKIN JOSHUA AJA TADINYA. MASA IYA POLAH NYA SI EUNHA GA KELIATAN SI IH YANG BENER AJA WOI?! TERUS FIC INI BAGUS BANGET KATA-KATANYA KELAPAQ TAK KUASA AQ

    SEMANGAT YA NULISNYA? OKE?

    AYAFLU ❤ ❤ ❤ ❤ ❤ ❤ ❤ ❤

    Liked by 1 person

    1. hiyaaa sintia gercep banget ih kuingin menangis di pelukan mingyu rasanyaa xD

      ((tapi pendek)) IYA EMANG SENGAJA SIN YAAMPUN KAMU IH, KAN KISAH JOSHA KUDU SINGKAT PADAT JELAS NGEGANTUNG TAPI MENYAKITKAN /dikampleng beneran/

      dann thanks sudah mampir yaa sintiaa! semangat buat kamu jugaa ❤

      Liked by 1 person

  2. YAAASSSSSS YEOGSI DONNAAAA…..

    INI APAA ASTAGAAA, SAKID AKU SAKID. AKU TAU SAKID NYA MBA EUNHA AKU PAHAM AKU PAHAM..
    SI JOSH INI KAYAK SAMWAN YANG DIKODE KODE TAPI NGGA PEKA.. /PULANG SAJA SANA!! /MUSNAH SAJA MUSNAHHH!!!

    Yass, ini nih, aku tu lebih suka genre yang beginian.. lebih ngena, Astagaaaa luv luv luv ❤❤❤
    Terus punyaku kapan rilis? /SIKKK TUNGGU

    Liked by 1 person

    1. gatau deh dif kudu nabok joshua yang kelewat ga peka atau malah nabok yang punya OC, atau nabok yang nulis ah engga tau…………….. /digiles/

      KAMU PAHAAAM KANN IYAAA PAHAM BANGEEET IH SUKA KESEL EMANG HAHAH /nangis bareng eunha/ etapi tunggu deh, suatu saat mungkin yg punya OC dapet ilham terus kita diijinin buat bikin mereka jadian /unchhh/

      tengs difantii sudah mampir ❤ punyamu cepet rilis yaaa 😉

      Like

  3. OW SHIT EUNHA YG DIBAPERIN LAH KREATOR EUNHA YANG BAPER….

    UNCH UNCH UNCH ASTAGAAAAA IYA MAS IYA EUNHA MAH SAHABAT AJA YA SAHABAT YG NYAMAN BUAT DIBAPERIN

    MAS KAPAN KAMU PEKA MAAASSS…

    KYAAAAAA DONNA THANKS FOR THIS NICE FIC HWHWHWHW BAPER BANGET DAN KAMU SAMA SEKALI GA FAIL EKSEKUSI DUA ORG INI AAAAA AJU NAIS

    Liked by 1 person

    1. Kakceeee wkwkwkwk saya juga baperrrr semuanya baperrrrr…

      Salahin yang punya OC aja deh yaa, emang sebenernya yg bikin gemes tuh kakcee, seneng banget tarik ulur perasaan wanita, apalagi sampe kebawa gemes yg lain pengen banget bikin mereka cepet2 jadian gitu aja /digebuk

      Btw makasih suda mampir kakceee hehehehe😁

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s