Gelisah

a9e2f81f6257cdba6c0d9becb6d1404a

“When someone else’s happiness is your happiness, that is love.”

♦♦♦

Dua lebih seperempat, Yooin tahu bahwa ia terlambat. Keningnya berkerut, berusaha mengenyahkan hebatnya pening yang menjalar pada kedua pelipisnya. Separuh porsi green tea hangat di atas meja kerjanya bahkan tak sempat disesap, pun beberapa deadline yang masih running di lembar microsoft-nya.

Youngbin, kekasihnya, baru saja menghubungi Yooin karena paspornya ketinggalan di dalam laci kerjanya. Bahkan pada saat-saat sulit seperti ini pun, mau tak mau gadis Kim itu ikut turun tangan, disusul gerutuan yang kemudian lolos dari katup bibirnya.

Panggilan mendadak dari klien, begitu kata Youngbin. Sedangkan tanpa peduli kegelisahan Yooin, Youngbin malah sibuk berkacak pinggang selagi irisnya memonitori lanskap gadis dengan mantel abu-abu yang sibuk berkutat dengan ponselnya. Tanpa menunggu waktu bergulir, Youngbin lekas keluar dari tempat penukaran tiket di area penerbangan internasional.

Pemuda itu mendekat, disertai bunyi roda koper yang beradu dengan ubin marmer bercorak abstrak di bawahnya. Berhasil memangkas jarak dengan Yooin, jemari Youngbin segera mengusap surai madu kekasihnya.

“Aku di sini Nona Kim,” ujar Youngbin, vokalnya yang mendadak mengudara mengundang manik binar Yooin tercipta, yang kemudian dilayangkannya pada Youngbin.

Yang Youngbin tahu, jelas sudah bahwa sebentar lagi Yooin pasti akan marah padanya. Pasalnya, ini bukan pertama kalinya Youngbin pergi ke luar negeri tanpa sepengetahuan Yooin. Namun untuk kali ini, sudah sepatutnya Yooin tahu karena pemuda Kim tersebut akan pergi ke tempat yang lebih jauh yaitu Hongkong.

“Youngbin-ah!” 

Padahal, Youngbin sudah menyiapkan setitik mental jikalau kepalan tangan Yooin menghantam dadanya dengan keras, pun celotehan yang begitu memekikkan rungu. Tapi justru yang didapati Youngbin malah membuat kedua matanya membola; presensi mungil Yooin menghambur ke pelukannya, menenggelamkan wajah pualamnya dalam-dalam—enggan menatap Youngbin.

Youngbin menghirup napas, sedikit kewalahan. “Kenapa kau—hei tumben sekali, Yooin?!” Kurva lengkung itu tercipta samar pada paras Youngbin ketika melihat polah Yooin yang begitu di luar ekspektasinya.

“Kenapa tidak bilang-bilang kalau hendak pergi jauh, huh?!”

“Iya … iya … aku akan memberitahumu sekarang. Hei, lepaskan dulu pelukanmu, aku tidak bisa bernapas nih.”

“Tidak mau ….”

Eh? Kim Yooin terisak?

Masih bergeming di tempat yang sama, Youngbin lantas membalas kehangatan si gadis, tubuhnya yang lebih jangkung itu nyaris menenggelamkan sosok Yooin di dalamnya. Kalau begini, rasa-rasanya Youngbin tidak tega jika Yooin harus menunggunya sampai pulang, menunggu dalam kegelisahan tentu saja.

Yooin pikir, Youngbin akan pergi untuk waktu yang tidak bisa ditentukan.

Yooin pikir, Youngbin tidak akan memberinya kabar saat di luar negeri.

Yooin pikir, Youngbin terlalu sibuk sehingga melupakannya begitu saja.

Yooin pikir—

Cup.

Pelukan mereka mulai longgar, disusul Youngbin yang mendaratkan kecupannya pada kening Yooin. Sepasang maniknya teduh, bertukar tatap dengan Yooin yang masih sukar untuk membendung likuid bening dari pelupuknya.

“Kali ini kau tidak boleh khawatir denganku, Nona Kim. Aku akan baik-baik saja, percayalah.” Jemari Youngbin tertaut dengan milik Yooin, pemuda itu pasti akan merindukan setiap sentuhan yang membangkitkan perasaan cintanya pada Yooin, pasti.

“Aku tahu akhir-akhir ini pekerjaannmu semakin berat, aku juga tidak lupa kalau kau punya banyak deadline yang sudah dekat. Maka dari itu aku tidak memberitahumu, Yooin. Aku takut kalau hal itu menjadi pikiranmu. Aku juga ingin kau fokus pada pekerjaanmu, jadi jangan pernah khawatirkan aku.”

Di hadapan Youngbin, lawan bicaranya berusaha untuk mengerti dengan mengangguk-anggukkan kepalanya, sangat pelan.

“Aku tahu beberapa bulan belakangan ini kita tidak memiliki waktu untuk sekedar menyesap teh hangat berdua. Bahkan untuk mengobrol santai saat di kantor pun merupakan hal yang langka, bukan? Aku minta maaf,” lanjut Youngbin. Ia menghirup napas dalam-dalam lantas kembali berujar, “Sekarang aku harus pergi ke Hongkong selama dua minggu. Tidak apa-apa ‘kan? Kau harus jaga kesehatan, Yooin-a.”

Dalam diam, pun isakan Yooin yang masih kentara, gadis itu memberikan paspor Youngbin setelah mengeluarkannya dari dalam tas. “Nih, untung tertinggal, kalau tidak kan aku tidak akan tahu kalau kau akan pergi.”

“Hehehe … keteledoran yang membawa keberuntungan ‘kan?”

Yooin mencebik, sekon berikutnya ia mengusap air matanya kasar lalu tersenyum. “Have a safe flight, Youngbin-ah.”

“Selalu!” timpal Youngbin sembari menangkup kedua pipi Yooin menggunakan telapak tangannya. “Nah, sekarang aku merasa senang karena kau tersenyum kembali. Karena bahagiamu juga bahagiaku, itu berarti yang namanya cinta, ‘kan?”

Sepersekian sekon berlalu, keduanya tampak menggulirkan bola mata ke arah kaca raksasa di sampingnya, mengamati titik demi titik salju yang perlahan turun mencium tanah. “Jangan lupakan perkataanku ya, Kim Yooin harus jaga kesehatan. Di luar sana udara masih sangat dingin. Jangan lupa pakai baju hangat dan syal untuk menghindari hipotermia. Oke?” Youngbin menunduk sedikit, menyejajarkan pandangannya dengan Yooin kemudian melepas syal miliknya dan memasangkannya pada leher si gadis.

“Kau juga Youngbin. Jangan lupa jaga kesehatan.”

Youngbin mengangguk mantap. “Pasti,” ujarnya, sambil menghadiahi Yooin kecupan sekilas pada pipi kanan sebelum melesat pergi.

Cepatlah pulang Youngbin-ah, semoga perjalananmu menyenangkan.

-fin.


HAHAHAHAHAHA kenapa jadi saya yang baper yhaaa kenapaaa :”) Teruntuk Kakcee, utangku sudah lunas yaaa mempertemukan Kim Couple ini pada kesempatan yang sangat amat melow /lalu digampar karena fail/

Mind to review? 😉

Advertisements

4 thoughts on “Gelisah

  1. JOHA JOHA JOHA NAN NEOMU JOHAAAAAA…
    Gils donna kamu mengeksekusi karakter Yooin bagus bgt di sini hahahaa… Dia sama sekali ga ooc…
    Udah gitu Youngbin… Astagaaa.. Aku jg mau dicium kek gitu mas hwhwhw…
    SUKA SUKA SUKA BANGET!! 💖💖💖 MAKASIH SAAAYYY

    Liked by 2 people

    1. eh? beneran ini mba Yooin-nya pas banget xD horeeeee donna berhasil bikin kakcee baper ya berarti YESSSS!! /lalu digebuk karena ga baper/ ih serius aku bikinnya sambil senyum2 bayangin youngbin romantis2an di bandara :’) tengs kakce sudah mampir ya ❤ ❤

      Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s