[Christmas Gift #5] Sial Berkepanjangan

collage-jpg1-jpg1

-December Project by romakelapa-

Previous: #1 ; #2 ; #3 ; #4


SIAL BERKEPANJANGAN◊

See also: ninegust’s


 

Hari ini, sejenis petualangan membosankan yang akan dilakukan Hanse guna mengisi malam natalnya. Yah, mau gimana lagi? Jomblo mah bebas, dan sosok Hanse yang berkelana bebas malam-malam begini akan semakin bebas tanpa melupakan status jomblonya. Boleh dikata, lelaki berperawakan bak jamur berjalan itu membuat orang lain salut. Pasalnya, mana ada manusia jomblo sepertinya yang berani berjalan keluar rumah sendirian? Bahkan puluhan ekor curut di dalam selokan turut memberikan standing applause untuk Hanse.

Lelaki yang tidak terlalu jangkung itu berjalan sok santai di sekitar banyak insan yang tengah mengumbar kemesraan. Ada yang bergandengan tangan, berpelukan, bahkan berciu—

Anjay, ada mbak-mbak jualan jamu, tuh. Godain ah!

—man.

Tumitnya melangkah dengan percaya diri, menembus butiran salju tanpa peduli cemooh orang-orang yang mengatainya dengan sebutan tak lazim seperti ‘jones’ atau ‘pria kesepian’. Namun itu lebih baik, sih, daripada pria kegirangan—eww kamseupay banget.

Sambil berderap mendekati mbak-mbak penjual jamu di ujung perempatan, Hanse mengeluarkan jurus Anang Hermansyah-nya dengan menyilangkan kedua jari telunjuk di depan wajahnya.

Benar kumencintaimu, tapi tak begini…

Oke, stop baperin jodoh Hanse yang tiba-tiba jualan jamu di sana.

Anjay mimpi apa dah semalem, mbaknya cantik banget coy. Kenalan gak ya?”

Hanse mencoba untuk menyapa, namun urung saat mbak-mbak tersebut berkata, “Jamunya Mas silahkan, impor dari Indonesia ini. Di Korea mah nggak ada minuman ajaib kayak gini. Yuk dicoba yuk, gopek doang kok Mas. Serrr….

Hanse sontak mematung saat penjual jamu yang super cantik di hadapannya bergoyang ria, seingatnya sih itu goyang Bang Johnny—eh, Bang Jidi? Bang Jali? Ah, apapun itu, Hanse sudah melewatkan beberapa episode Pesbukers dan Dangdut Academy sepertinya. Lantas maniknya melirik polah memalukan wanita itu; bergelendot di pundak Hanse sambil memasang raut menjijikkan seperti tokek kelindes kereta kencana. Mbak-mbak itu terus saja melancarkan aksi, kemudian diraihnya segelas beras kencur lalu diberikannya pada Hanse.

Ingin rasanya Hanse kabur, atau muntah tepat pada wajah mbak-mbak sinting itu kalau saja ia tidak ingat jika dirinya baru saja melahap semur jengkol.

“Mbak tenang Mbak, nyebut dulu Mbak jangan asal comot weci terus dicelupin ke dalem beras kencur. Dikata itu oreo?!” Hanse mendorong paksa penjual jamu tersebut agar cepat-cepat musnah dari pandangannya.

Demi apapun, Hanse lantas mengambil jurus seribu bayangan sambil lari terbirit-birit menjauhi wanita gila itu. Hingga tanpa sadar langkahnya terhenti pada sebuah restaurant bertuliskan ‘McDonald’ yang tersemat pada muka gedung. Lekas dengan napas yang terengah-engah, diambilnya jangkahan panjang guna mendekati mesin kasir kemudian memesan sebuah burger dan segelas cola.

Beberapa jemang berlalu, Hanse beranjak sambil membawa nampan berisi pesanannya sembari mengedarkan pandang untuk mencari tempat duduk. Selanjutnya lelaki itu mengistirahatkan bokongnya pada sebuah kursi di dekat pintu keluar. Setidaknya di sini aman, begitu pikirnya. Saat Hanse hendak melahap big burger di tangannya, mendadak matanya menyipit saat menemukan sosok gadis yang tengah menatapnya heran juga penuh penasaran.

EH BUJUK! ITU KAN SINTIA?!

Matanya membelalak, dimuntahkannya secuil burger yang terlanjur ia kunyah. Tubuhnya merasakan aliran listrik ringan, merinding bukan main hingga tiarap ganteng di atas lantai. Umpatan dalam hati ia kerahkan, turut berbelasungkawa saat sang mantan kembali hadir di depan matanya. Ya, gadis bernama Sintia itu pernah menjadi kekasihnya selama dua bulan saat dirinya berada di Indonesia—karena tengah mengikuti audisi untuk menjadi personel SM*SH.

Gua gak boleh keliatan jomblo pokoknya.

Dasar memang jomblo kesepian, patung badut berambut merah pun menjadi korban Hanse. Dibelainya penuh mesra patung itu seraya Hanse menawarkan satu buah burger untuknya. Hanse tak segan-segan memeluk benda tak berdosa itu, kemudian menenggelamkan tubuh mungilnya pada pangkuan badut mengerikan itu.

Lah, bego. Patung ini kan cowok, men… Ntar gua dikata gay begimana? Ah bodo amat, persetan sama Sintia yang udah punya laki orang Korea kayak gua.

“H-Hanse?”

Pemuda itu terpekur sejenak saat suara familiar menyebut namanya. Hanse melirik perlahan, kemudian tangannya bergetar disusul mulutnya yang mangap lebar, selebar pantat Mas Jihun—teman satu kompleks perumahannya yang paling seksi.

“Sin-Sintia?”

“HANSE! KAMU MAS HANSE, ‘KAN?!”

Bukan, ini bukan ide bagus jika Hanse harus sama-sama bertingkah hebring seperti yang Sintia lakukan. Maka tanpa mempedulikan kadar malu yang baru saja dibelinya di pasar loak, Hanse lekas memejamkan kedua mata, mengambil ancang-ancang untuk mendekati Sintia lalu—

Cup!

Mendaratkan ciuman manis untuk terakhir kalinya pada bibir tipis gadis itu.

BUGH!

“Brengsek kau pria tengik!”

Terjerembab sempurna seluruh tubuh Hanse. Kemudian pemuda itu tersadar dan membuka matanya. Ternyata kecupan singkatnya tadi tidak mendarat pada bibir milik Sintia, melainkan pada bibir lelaki bernama Sejun—kekasih Sintia yang kebetulan menghampiri gadis itu guna mengajaknya pulang.

BANGSADH!

Mau tak mau relakanlah malam natal Hanse yang seharusnya indah malah berakhir menjengkelkan seperti ini; bermain adu jambak dengan Sejun sambil berkomat-kamit seperti sedang beranak dalam kubur.

.

.

-FIN-

  1. oke ini receh.
  2. maaf EYD-nya hancur, demi keberlangsungan efek comedy nya /padahal ya enggak lucu sama sekali/ /slapped/
  3. Mind to review? 😉
Advertisements

2 thoughts on “[Christmas Gift #5] Sial Berkepanjangan

  1. SIAL INI APAAN SI DON ORANG MAU NYEPOT GATAHAN ANJU.

    PERTAMA MAU BILANG KENAPA DI KOREA ADA MBA MBA JUALAN JAMU KEPEDEAN KAYAK GITU, NGEBAYANGIN DIA KAYAK ANGGOTA AOA GOYANG GOYANG DON YARABBI. DAN KEDUA OKE PANTAT JIHUN OKE AKU GABISA BERALIH DENGAN BENDA KENYAL SATU ITU DAN KETIGA

    MAKASIH BANYAK KARENA SUDAHMEMBUAT KU TERJERUMUS AKIBAT FAKTANYA KINI DUNIA MENGETAHUI SINTIA LAH PACAR SEJUN MWAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHHAHAHAAHHAHAHAHAAHHAHAHHAHA RECEH SIP BYE.

    ENGGA BERCANDA SUMOAH INI NGAKAK, GAMAU TAU POKONYA HANSE COCOK DI NISTAKAN SETELAH SUBIN BYE!

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s