[Christmas Gift #2] Last Visit

collage1

-December project by romakelapa-

Previous: #1


LAST VISIT

See also: ninegust’s


Serumpun mawar merah tersemat dalam genggaman Sejun. Harumnya menyeruak, bahkan lelaki yang dahinya mengernyit samar sambil memandang hamparan kosong di depannya turut mendekatkan mahkota kemerahan tersebut untuk sekedar mengendusnya sekilas.

Sejun tidak sedang menjalani sebuah rencana yang ia targetkan berhari-hari sebelumnya, pun rasanya tidak terlalu penting jika membuat janji dengan seseorang hingga ia harus melangkah beberapa kilometer dari rumahnya. Seluruh tindak-tanduknya tidak terencana bahkan tidak akan pernah Sejun laksanakan jikalau beberapa hari lalu ia tidak mengajak Caralyn—si sahabat—mendaki bukit bebatuan untuk melihat matahari terbenam secara langsung. Secuil pun tidak pernah terbesit dalam benak Sejun jika ajakannya membawa sebuah malapetaka yang kiranya masih ia sesali sampai sekarang, membuat diri pemuda itu dirundung kesedihan yang mendalam hingga mengingatnya saja mampu membuat Sejun meloloskan air mata.

Seandainya. Ya, seandainya Sejun saat itu lebih berhati-hati saat hendak duduk pada salah satu bebatuan besar bersama Caralyn, mungkin ia akan pulang dengan tenang sembari membawa kebahagiaan dan lontaran kata manis—sebagai ucapan ulang tahun untuk si gadis. Seandainya—lagi—jika tidak ada insiden tersandung kerikil saat hendak bangkit dari posisi duduknya, mungkin Caralyn akan selamat. Dengan demikian, bagaimana perasaan yang Sejun kubur dalam-dalam di hatinya akan segera ia utarakan pada Caralyn. Perasaan bahwa Sejun sangat amat mencintai Caralyn bukan hanya sebagai seorang sahabat, melainkan seorang pria yang akan selalu melindungi gadisnya dalam situasi apapun.

Namun takdir berkata lain, Caralyn harus mengembuskan napas terakhir saat ia berusaha menolong tubuh jangkung Sejun yang berguling jatuh dari atas bukit. Saat uluran tangan Caralyn tidak membuahkan hasil, ia justru memilih untuk melompat dengan maksud dapat menahan Sejun agar tubuhnya tidak menimpa banyak batuan tajam di bawahnya. Tampaknya usaha Caralyn membuahkan hasil bagi Sejun, tubuh lelaki itu berhasil selamat karena tersangkut ranting pohon, namun tidak bagi Caralyn. Gadis itu justru meloloskan teriakan minta tolong saat tubuhnya terpelanting sisi tajam bebatuan kemudian menghilang. Sejun sendiri tidak tahu pasti, namun tubuh Caralyn tahu-tahu sudah mencium aspal kala lelaki itu berhasil lari menuruni bukit.

Hanya itu, sebongkah penyesalan yang seutuhnya belum terobati bagi Sejun.

Sejun-ah, jangan lupa memakai sweater buatanku saat merayakan malam natal di gereja!

Sejun lekas menyipitkan penglihatannya setelah mengerjap beberapa kali. Telinganya terasa berdengung-dengung setelah suara Caralyn yang dilontarkan padanya beberapa waktu lalu melintas cepat dalam pikiran. Beberapa hal bisa dikatakan tidak beres pada tubuh Sejun yang kondisinya belum pulih betul dari kecelakaan tersebut.

Dengan cukup ketelatenan yang tersisa, Sejun merampungkan jangkahan terakhirnya di samping gundukan makam Caralyn. Pelipis kanan Sejun yang tertutup perban sempat berdenyut saat ia melirik nama yang tertera pada batu nisan. Lengannya terulur untuk mengusap nisan yang tertutup salju tipis tersebut, sebelum akhirnya ia berjongkok dan meletakkan serumpun mawar di atas makam Caralyn.

“Lyn-ah…” panggil Sejun serak. “Lihat, aku sudah menepati janjiku ‘kan?”

Ditatapnya sweater berwarna merah marun yang membalut tubuhnya seraya berlutut, membiarkan dinginnya hamparan putih yang menyelimuti rerumputan menjalar melalui kedua lututnya. Tatapannya nanar, seperti ada gemuruh yang muncul di dalam lubuk hati Sejun lantaran memori akan Caralyn menyeruak kembali di pikirannya.

Dalam diam Sejun terisak. “Kau… pergi terlalu cepat, Caralyn… Seharusnya kau bisa bersamaku sedikit lebih lama sampai kita berhasil melewati natal dan malam tahun baru dengan gembira, bukannya malah terbujur kaku seperti ini sedangkan diriku hanya mampu terpekur menanti kehadiranmu—“

Perkataan Sejun tersendat, dengan susah payah lelaki itu mendongak dengan sisa air mata yang tampak kentara pada kedua pipinya.

“—yang tidak akan pernah kembali.”

Sejun menyeka air matanya kasar kemudian menyandarkan kepalanya pada batu nisan Caralyn. “Jika kau berkata bahwa waktu itu merupakan kesempatan terakhir kita untuk mendaki bukit pada tahun ini, lantas kenapa kau mengubah kata ‘tahun ini’ menjadi ‘selamanya’ dengan begitu cepat? Bahkan kau sendiri belum melihatku memakai sweater yang kauberikan dan menerima kado natal dariku, Lyn-ah… Bukankah ini semua terdengar sangat lucu? Saat diam-diam aku merasa sedikit lega karena kau terlambat menyadari betapa pengecutnya diriku.”

Terdengar teriakan lantang dari bibir tipis Sejun. Tidak ada satupun orang yang tengah mengunjungi makam selain dirinya. Semua berjalan begitu sunyi, mengundang kesedihan yang kian hanyut dalam hatinya saat tangisan Sejun semakin membuncah.

“Terima kasih Caralyn… Terima kasih telah meninggalkan lelaki pengecut sepertiku. Terima kasih karena Tuhan tidak membiarkanmu untuk mendengar ungkapan kasih sayang dari bibir seorang pengecut…”

Perlahan tubuh Sejun bangkit. Tangannya menggapai serumpun mawar yang tergeletak di atas tanah lalu menyandarkannya pada batu nisan. “Aku mencintaimu, Lyn-ah… Sampai kapanpun akan tetap mencintaimu…” bisiknya tanpa suara selagi mencium sekilas nisan Caralyn.

Selanjutnya Sejun berbalik, berjalan membelakangi makam Caralyn serta kedamaian yang menjadi saksi bisu atas segala keluh kesahnya. Dalam hati merapalkan doa, walaupun beberapa waktu lalu merupakan kesempatan terakhirnya mendaki bukit bersama Caralyn, setidaknya tidak ada kata ‘terakhir’ pula bagi Sejun untuk menyambangi kediaman abadi gadis tersebut.

“Selamat natal, Caralyn.”

Sejun menoleh sekilas, menyematkan segelintir senyum sebelum akhirnya ia benar-benar menghilang dari tempat itu.

.

.

-FIN-

Oke mba ninegust makasih telah membangkitkan jiwa angst saya, kebetulan yang dapet genre beginian adalah mas Bejun kesayangan kelapa yang mukanya justru cocok dijadiin karakter b.ngshut XD Webe parah sumpah gils, otakku sampe nyandet di tengah perjalanan pas lagi nulis sambil bilang dalem hati kira-kira apa ucapan mz Bejun yang bisa langsung dibawa ke ending. YAAAH POKOKNYA GITU YA KAK SINTIA /tumben manggilnya bener/ AKU MENCINTAIMU. MWAH ❤

Mind to review? 😉

-KELAPA-

Advertisements

6 thoughts on “[Christmas Gift #2] Last Visit

  1. PERCAYALAH AQ MELONGO MELIHAT POSTAN INI, MAS BEJUN SUDAH SEPENUHNYA DINISTAQAN HARI INI YEYYYY!!! BETAPA SENANGNYA JIWA RAGAKU, XIXIXIXIXIXIXIXI.

    TOLONQ QENAPA INI MENGHANYUTQAN SEQALI, QENAPA INI BEGITU -AH AKU TAQ SANGGUP KELAPAQ, TOLONQ JANGAN PAQSA AQ KELAPAQ TOLONQ!, BIARQAN ROMA PERGI! /ga

    INI APA APAAN PLIS BANGET MASA IYA MAS BEJUN DIBUAT NANGIS BOMBAY GARA GARA MBA LYN, YANG BENER AJA!

    SAYA MENCIUM BAU BAU ADA ORANG YANG BILANG MENCINTAIQ, APA ITU BEJUN?

    HIHIHIHIHIHIHI, TENGS YA KELAPAQ SUDAH MEMBUAT HARI MONOKROM INI MENJADI BERWARNA DENGAN KEHADIRAN CERITA BAGUS INI ❤ KEEEP WRITING KELAPAQ, LOOPHU TU ❤

    Liked by 2 people

  2. DONNA. DIRIMU TEGA MENGHANYUTKANKU PADA SEPICIS FIKSI YANG NTAH SI CAST-NYA PUN DAKU BELUM TAU SIAPA? HUHUHU….
    TAPI GILEEE…. NGENA BANGET NYINGG… MENUSUK RELUNG HATIKU YANG PALING DALAM ./eeaa/ /apa ini? / /Leebhaayy/
    .
    ANGST-NYA PLEASE! DIKONDISIKAN DON. BIKIN BAPER AE DIRIMU.
    .
    Over all, luv this fic. Nice fic don.. 😘 KU CINTA PADA-MU, SANGAT😘😘

    Like

  3. Pingback: Marshmallow Land

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s