Bonnie and Clyde – Ficlet

bonnie-and-clyde

BONNIE AND CLYDE

©2016 — thehunlulu

[SEVENTEEN’s] Kim Mingyu & [OC’s] Rain — Romance, School Life/Ficlet/Teen

.

“Kalau aku mati, apa yang akan kau lakukan?” —prompt by ninegust

***

Psst! Oh Rain!”

Di hadapannya, sosok gadis berbalut sweater merah muda yang tengah mengunyah keripik kentangnya menoleh ke arah Mingyu. Si pemuda bersurai legam itu tampak sibuk dengan mangkuk ramen yang baru saja ia letakkan di atas meja. Kemudian Mingyu memposisikan bokongnya senyaman mungkin sembari mendekatkan kursinya agar lebih leluasa berbincang dengan Rain.

“Kau tahu Bonnie dan Clyde, tidak?”

Rain yang baru saja membuka lebar-lebar bungkus keripiknya kini memandang Mingyu. “Tidak. Memang siapanya Adolf Hitler?” Gadis itu bertanya balik sambil menumpahkan keripik kentang ke dalam mangkuk kekasihnya.

Setelah mendengus karena ulah Rain, Mingyu malah menggulirkan bola matanya ke arah pengunjung kantin yang tengah memperhatikan mereka berdua. “Serius? Kau tidak tahu siapa mereka?”

“Memangnya kenapa, sih?” Rain bertopang dagu, fokus pada kegiatan Mingyu yang sedang meniup ramennya. “Temannya Romeo dan Juliette?”

“Bukan, mereka bukan teman double date Romeo dan Juliette ataupun tetangga Adolf Hitler. Mereka itu pasangan perampok yang terkenal di Amerika Serikat, jika kau tahu.” Mingyu mengangguk-angguk bahkan sampai mengangkat sumpitnya ke arah Rain karena terlalu bersemangat.

“Lalu?”

“Hei, bukankah mereka sangat lucu, Rain?”

Seketika Rain mengurungkan niatnya untuk mengusap ujung bibir Mingyu yang penuh dengan remah keripik. Gadis yang awalnya bertopang dagu itu segera menutup wajahnya sambil geleng-geleng.

“Dasar kurang kerjaan.”

“Bagaimana kalau kita jadi pengikutnya?”

“Apa?!” pekik Rain tak sungkan-sungkan sambil mencomotkan tiga keping keripik kentang ke dalam mulut Mingyu.

“Oh Rain! Aku serius! Daripada kita terus-terusan melakukan kegiatan yang monoton seperti pergi kencan ataupun menonton bioskop, alangkah baiknya kita mencoba sedikit bumbu atraksi di dalamnya, ‘kan? Kerena—“

Hasyah! Telan dulu keripik kentangmu, Kim Mingyu!” tukas Rain diiringi dengan tamparan kecil pada pipi Mingyu.

Mingyu mengaduh kesakitan, lantas mengunyah habis keripiknya. Ditatapnya Rain yang tengah terkekeh renyah saat maniknya bersirobok dengan milik pemuda di hadapannya.

“Coba pikirkan, kalau kita mencuri sesuatu lalu tertangkap dan dipenjara, banyak kemungkinan bagi kita untuk tetap bersama ‘kan?”

Rain sama sekali tidak memandang Mingyu yang dirasa tengah berpidato tak berfaedah di hadapannya. Gadis itu malah sibuk menghabiskan keripik kentang dari dalam mangkuk Mingyu.

“Bagaimana menurutmu?” tanya Mingyu. “Hei!” panggilnya sambil cengengesan melihat respons kekasihnya yang terlihat seperti apapun-buatmu-lah-Mingyu-asalkan-kau-bahagia.

Rain mengangkat wajahnya. “Kalau sampai aku mati karena ditembak polisi, apa yang akan kau lakukan?” tanya Rain sembari mengangkat satu alisnya.

Kini Mingyu maupun Rain saling bersitatap, lebih tepatnya Mingyu sendiri seperti hendak melakukan telepati agar ia tidak perlu membuka suara.

“Hmm…” gumamnya.

“Jawab pertanyaanku, Tuan Kim.”

Cup!

“Mencuri ciuman pertamamu sebelum kau mati, Nona Oh!”

Tiba-tiba hawa panas menjalar di sekitar wajah Rain setelah bibirnya terasa hangat karena kecupan Mingyu. Kedua matanya membulat sempurna dan pipinya berangsur-angsur memerah disusul degup jantungnya yang menderu tak keruan. Beberapa pasang mata di dalam kantin sepertinya telah melihat atraksi gila seorang Kim Mingyu.

“T…tapi ‘kan aku bertanya apa yang akan kau lakukan jika aku mati!”

Mingyu tersenyum puas. Pemandangan yang sudah lama ia impikan jikalau gadis itu sedang gugup. Pemuda itu menatap Rain yang tengah memegang kedua pipinya sambil menunduk.

“Kalau begitu jangan mati agar aku bisa mencuri ciuman keduamu!”

Tak lama kemudian Mingyu melenggang pergi dengan memberikan sebuah kedipan mata saat Rain masih terpaku pada sosoknya.

.

.

-FIN-

 

Ampunlaaah Roma! Semoga kau suka hihihihi kapel ini sungguh ucul KYAAAAA jangan kapok-kapok buat ngasih kelapa prompt yang berbau kriminal tapi jatohnya malah romens tidak jelas /bhay.

Salam sejahtera,

-KELAPA-

Advertisements

11 thoughts on “Bonnie and Clyde – Ficlet

  1. INI APAANSIH KELAPAQ?!

    JAWAB!!!!!!

    PERTAMA DIKIRAIN SI RAIN BAKAL KEPINCUT TAUNYA ENGGA, DAN KEDUA JUGA ITU KENAPA SI MINGYU SOK MANIS PAKE ACARA CURI CURI CIUMAN DI KERAMAIAN KANTIN BEGINI DUH. TERUS YARABBI AKU GATAU HARUS NGOMONG APA BUT DISINI MEREKA LUCU BANGET SUKAK AKU KELAPAQ SUKAK. SEJAK KAPAN KAMU BELAJAR MENGETIK HAPPY ENDING GINI KELAPAQ?!!!!

    OKEY. CUKUP SAMPE SINI AQ TYDAQ TAHAND.

    Liked by 1 person

    1. TIDAK ROMAQ TAHAN DULU SELURUH AMARAHMU,

      APAKAH SELAMA INI FF KU SELALU SAD ENDING? APAKAH MAKHLUK MEMVESONA SEPERTI MINGYU TEGA KUBUAT SAD ENDING?? DIMANA HATI NURANIMU, ROMAQ!!!

      terimakasih kak tia sudah membaca ini, saya terharu :”) laf laf ❤

      Liked by 1 person

  2. Tak kira bakal jd ff angst begimana gitu based on the prompt ternyata BANGSADH KIM MINGYU SEJAK KAPAN BISA GOMBAL HEYYYY

    Ciee roma OCnya dibkinin fic sama kelapa ahahahaha momteh jg mau dong sayy /ditendang/

    Btw ini ficnya sweet amat sih ahahahha jd iri sama mbak rain

    Liked by 1 person

    1. jangan terjebak wkwkwk tehmomm. btw mom kepikiran judulnya bonnie and clyde bikos abis baca liriknya K.O /lalu dilempar/. sini monggo momteh oc nya kemarikaaaaannnnn tak bikin sad ending tapi /GA/

      yang sweet fic nya apa kelapanya mom? :))))) maaciw mom sudah mampir XD

      Like

  3. Baru visit ke sini, terus nemu fic ini yang uuuuuh Mingyu-nya emeshiiin yalord, kirain ficnya berbau kriminal, eh gak taunya 😂😂😂

    Btw, salam kenal, di sini Isan 97L 😂😂😂😂
    Nice fic! ❤

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s