Sugar on You – Ficlet

tumblr_oif20cscxz1vfu45go1_1280

SUGAR ON YOU

©2016 — thehunlulu

[KNK’s] Kim Jihun & [OC’s] Paris — Surrealism, Romance, Fluff/Ficlet/PG-13

.

“Kau manis, tapi aku lebih manis.” —prompt by ninegust

***

Pertama kali dia mencariku, kurasakan perasaan meletup-letup yang kian membuncah dari dalam diriku. Hingga titik paling dalam hatiku—entah sedalam apa—senantiasa menari-nari seiring pergerakan pemuda itu untuk meraihku.

Dia adalah Kim Jihun, pemuda yang sedang menyibukkan diri dengan ponselnya selama beberapa jemang kemudian menatapku lamat; seperti tenggelam dalam dunianya sendiri dengan paras sumringah yang serta merta terpaut pada wajahnya. Sudah lama sejak beberapa menit lalu pemuda itu gusar akan presensiku—yang kali ini berhasil diraihnya hanya dengan hitungan detik.

Di sisi lain tertangkap oleh netraku yaitu keberadaan seorang gadis bersurai pirang yang tengah merajut langkah; sedikit demi sedikit memangkas jaraknya dengan Jihun yang juga melemparkan segelintir senyuman pada gadis itu. Tanpa sedikitpun basa-basi, si pemuda lantas mempersilahkan gadisnya untuk duduk pada kursi kosong di hadapannya.

“Mau pesan apa, Nona Paris?”

Lawan bicaranya menatap wajah Jihun yang baru saja merampungkan pertanyaan retoriknya. Sebenarnya terlalu singkat untuk memanggil seorang waiter tanpa mengawali sebuah percakapan ala kadarnya, maka dari itu Jihun bertanya sekali lagi pada Paris perihal minuman yang hendak ia pesan.

Sejenak menghela napas, dwimanik Paris beralih memperhatikanku sekilas lalu berujar, “Sama sepertimu saja.”

Jihun segera mengangguk, pemuda itu sudah tahu betul apa minuman yang menjadi kesukaan Paris, lantas ia memesannya sebelum si pelayan pergi berlalu.

Walaupun jarak pandangku semakin mengabur lantaran jemari Jihun yang merengkuh lalu menggoyang-goyangkan tubuhku, kedua mataku dapat melihat sekilas kegugupan yang tengah ia pendam. Jika aku berhak untuk bicara, pasti sudah sedari tadi ia berinteraksi denganku, bukannya malah menatapku dengan tatapan kosong sembari menggigit bibir bawahnya linglung.

Hingga ia kembali melepaskanku, menempatkan pada posisi yang tepat untukku guna memandang pancaran kebahagiaan dari sepasang insan itu. Begitupula Paris, tak jarang ia mendongakkan kepalanya ataupun menghindari kontak mata langsung dengan Jihun yang berusaha memerangkapnya dalam sebuah percakapan klasik. Ah, mereka berdua lucu sekali.

Perlahan leherku bergeser sedikit demi sedikit karena embusan angin, hingga nyaris seluruh tubuhku tenggelam disaat Jihun maupun Paris mulai memiliki keberanian untuk membuka suara.

“Bagaimana kursus mengemudimu? Apa sudah diizinkan untuk mengurus surat izin mengemudi?” Jihun menarik kursi lalu mencondongkan tubuhnya agar lebih dekat dengan Paris.

Gadis itu memandang Jihun sejenak. Dengan raut kecewa Paris menggeleng, kendati kedua tangannya meraih segelas jus melon yang baru saja datang.

“Baguslah.”

“Bagus apanya? Saat ujian terakhir kemarin aku hampir saja menabrak pejalan kaki karena tidak tahu kalau sedang lampu merah.” Paris menjelaskan panjang lebar diselingi gerutuan sambil sesekali menyesap jusnya melalui sedotan.

Jihun merespon dengan kekehan. Kendati begitu ia tak ambil pusing, segera diraihnya kunci mobil yang tergeletak manis di sampingku sembari menggoyang-goyangkannya di depan Paris. “Kalau begitu aku masih bisa jadi antar jemputmu untuk waktu yang lebih lama, ‘kan? Kita juga bisa lebih sering bertemu setelah pulang kuliah. Apa kau keberatan, Paris?”

“Bisakah kau sedikit saja memberiku motivasi agar bisa merajuk ayahku? Bagaimana jika beliau tidak mengizinkanku untuk mengikuti ujian mengemudi lagi?”

Sejurus kemudian dengan helaan napas, Jihun menghempaskan tubuhnya pada sandaran kursi. Ia menerawang langit-langit tanpa mengalihkan kuriositas tentang betapa sulitnya belajar mengemudi itu. Ia tahu betul jika Paris ingin sekali bisa mengemudikan mobil, namun jika kesalahan fatal sudah terlanjur terjadi, maka tidak ada cara lain selain menundanya hingga tahun depan, ‘kan?

“Hmm… Bagaimana, ya.” Jihun tampak menimbang-nimbang.

“Sudahlah lupakan,” timpal Paris kemudian.

Jihun mengembangkan seulas senyum, tampak sedikit bahagia karena Paris akhirnya tidak bersikeras untuk melanjutkan ujian mengemudinya. Bukannya apa, hanya saja Jihun berinisiatif untuk memperbanyak waktunya dengan si gadis, dan ia rasa tidak buruk juga ‘kan jika pulang bersama seusai kuliah? Kendatipun bukan acara kencan yang tampak memiliki arti lebih seperti saat ini, setidaknya itu lebih baik daripada tidak sama sekali.

Dalam diam Jihun melakukan selebrasi dalam hatinya; ia berhasil membujuk Paris dengan alasan ‘agar mereka memiliki waktu bersama lebih lama’.

Kemudian Jihun menarik kembali tubuhnya untuk meraih partnerku yang belum kandas isinya, lalu melontarkan sesuatu yang mampu membuat kedua pipi Paris memerah seketika.

“Ah, kau sungguh manis jika sedang merajuk seperti itu.”

Selanjutnya Jihun mendekatkan bibir merah mudanya ke arahku, lantas menempelkan pada milikku tanpa permisi. Atraksi Jihun begitu mengagetkanku cukup lama, sebelum pada akhirnya ia melepaskan tautannya dan meninggalkan kehangatan sentuhannya yang masih terasa sampai beberapa detik ke depan.

Kau juga manis, Jihun, tapi aku lebih manis. Batinku berulang kali setelah sepasang maniknya berhenti menatapku.

Ups, maafkan aku Paris karena ciuman pertama Jihun telah dicuri oleh seonggok sedotan sepertiku.

.

-FIN- 

  1. Wahaaa bhay aja ya romaku promptnya jadi ancur begini dan tida ada hubungannya sama yang SeungjunxRoma /plak/
  2. POSTERNYA ITU LOH POSTERNYA BIKIN HASRAT INGIN MENCULIK JIHUN SEMAKIN TINGGI!
  3. Dan promptnya bikin mikir “Ah masa Jihun mau dibikin jadi cowok sok pede pake bilang dirinya lebih manis ah engga deh.”
  4. Daku tidak ingin menistakan anak keunakeun lagi setelah Seungjun. BIG NO!
  5. Dan yeay yasudin surealis gagal sedotan mode on > sudut pandang orang jomblo akut yang senyam-senyum sendiri liat kelakuan Jihun sama Paris bhaaak XD
  6. SYUDAH YA ROMAQ KUHARAP KAU SUKA :))))

 

Salam hangat,

-KELAPA KESAYANGAN ROMA-

Advertisements

4 thoughts on “Sugar on You – Ficlet

  1. INI APA APAAN UDAH KEBAWA SUASANA, UDAH NGEFLY NGEFLY DIKIRAIN CINCIN BUAT NGELAMAR EH TAUNYA SEDOTAN. KEPIKIRAN APA SIH WAKTU NULIS INI KELAPAQ? YARABBI……… GA NGERTI LAGI.

    JIHUN AJA BELOM PERNAH NYIUM PARIS, UDAH CIYO CIYOM GEMESH SI SEDOTAN ITU AJA. DEMI APAPUN AKU SUKA, (terlebih kalo ocnya roma q sip) GA, SERIUSAN AKU SUKA.

    LOPHEU KELAPAQ
    .
    .
    .
    .
    MBA PARIS JANGAN CEMBURU, INI CUMAN SETINGAN!

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s